Piye

Dikes Bakal Rumahkan TKS Medis, Dewan Langsung Menentang

Dikes Bakal Rumahkan TKS Medis, Dewan Langsung Menentang
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Dinas Kesehatan Loteng berencana mengurangi jumlah tenaga kerja sukarela (TKS) medis di masing- masing Puskesmas yang ada.

Tidak tanggung-tanggung, rencana itu akan menyasar ratusan TKS medis karena dianggap terlalu banyak dan membebani dalam hal anggaran. 

“Kita berencana rumahkan karena anggaran kita limit,”  ungkap Kadikes Loteng, H.Omdah pada awak media.

Namun, rencana Dikes itu tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, rencana itu justru mendapat kecaman dari anggota DPRD setempat, khususnya Komisi IV.

Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Lalu Supardi misalnya, ia menyatakan bahwa rencana itu berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Khusunya bagi para tenaga medis yang bekerja secara sukarela ini.

“Hingga kapapun kami tidak akan setujui rencana itu. Kalau memang permasalahan anggaran, kita bersama pemerintah daerah akan carikan solusi buat mereka,” ungkap Lalu Supriadi tegas usai rapat dengan jajaran SKPM, Kamis (15/3).

Hal senada disampaikan Anggota Komis IV DPRD Lombok Tengah, H Supli yang mengatakan, pihaknya sudah menyatakan sikap untuk menolak rencana pemberhentian ratusan tenaga medis sukarela yang ada di wilayah Lombok Tengah.  

Pihaknya menilai, tenaga medis sukarela ini sangat dibutuhkan guna memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Apalagi, tenaga medis yang sudah ASN masih sangat kurang.

“Kita harus cari solusi lebih baik, jangan sampai yang sudah bertahun-tahun mengabdi tidak diberikan Surat Kerja (SK) sementara yang baru masuk malah itu yang diberikan SK honor,” tegasnya.

Pihaknya bahkan menjamin tidak akan ada tenaga medis sukarela yang akan dirumahkan, karena pihaknya dari DPRD selama ini tidak pernah mengurangi anggaran untuk dinas kesehatan setempat.  

“Sebenarnya banyak cara untuk memperhatikan mereka,” jelasnya.

Meski menolak adanya tenaga medis tersebut, pihaknya sangat menyutujui rencana pemerintah untuk melakukan verifikasi ulang terhadap tenaga medis di masing-masing puskesmas setempat. Sehingga hasilnya juga akan menjadi pertimbangan buat dinas tersebut nantinya. 

“Kalau verifikasi ulang, kami setuju saja supaya bisa jadi pertimbangan,” tandasnya. (del)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.