Piye

Warga Labu Pandan Tolak Tambak Udang PT. Panen

Warga Labu Pandan Tolak Tambak Udang PT. Panen
SuaraLombok.com|Lombok Timur - Warga Desa Labu Pandan, Kecamatan Sambelia menolak keras keberadaan tambak udang yang dibangun PT Panen Berkas Sejahtera Bersama.

Keberadaan tambak dianggap akan merusak biota laut yang ada di sekitar lokasi tersebut, apalagi lokasi yang digunakan mencapai puluhan hektar.

"Kami menolak adanya tambak udang itu karena aka merusak biota laut yang ada dan terumbu karang," tegas Ketua Yayasan Anak Pantai Sambelia, Munawir Haris kepada media ini.

Ia menegaskan, pihak pemerintah daerah bersama dewan harus segera turun tangan untuk menyakapi persoalan ini sebelum warga melakukan gerakan turun ke jalan dan menghentikan kegiatan proyek pembangunan tambak udang tersebut.

Warga mensinyalir, perusahaan tambak udang itu belum mengantongi ijin,apalagi memiliki amdal.

Hal ini sesuai dengan hasil hearing yang telah warga lakukan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim beberapa waktu lalu.

"Kalau memang belum ada ijin amdal maupun ijin yang lainnya kok perusahaan itu sudah melakukan exploitasi terhadap lahan pantai yang selama ini sebagai wisata dan lahan pertanian masyarakat," herannya.

Hal yang sama dikatakan Ketua BPD Labu Pandan, Samsul Rizal. Dia mengakui kalau warga melakukan penolakan terhadap keberadaan tambak udang tersebut. 

Pasalnya, ia dan warga tidak mengetahui kapan surat rekomendasi itu dikirim oleh pemerintah desa ke kecamatan terus ke kabupaten.

"Saya tidak mau menandatangani surat rekomendasi yang diajukan Kades mengenai masalah tambak udang,karena masyarakat menolak," kata Rizal

Sementara Dewan Daerah Walhi NTB, Dedy Sopyan mensinyalir dalam penerbitan ijin amdal maupun lainnya prosesnya tidak jelas.

Hal ini tentunya setelah mendengar keterangan dari warga yang melakukan penolakan atas tambang tersebut.

"Walhi akan turun ke lapangan guna melihat kondisi dilapangan yang sebenarnya," tegas Dedy.

Terpisah, Camat Sambelia, Zaitun Akmal mengatakan pihaknya akan mencoba untuk menelusuri mengenai masalah ijin dari perusahaan tambak udang tersebut ke pemerintah daerah sudah sampai mana.

"Mari bantu kami untuk menelusuri masalah ijin amdal tersebut, agar menjadi jelas," pintanya.

Sementara Kepala Bidang Penataan Lingkungan Dinas LHK Lotim, Aris Munandar saat dikonfirmasi menegaskan kalau perusahaan tambak udang di Labu Pandan itu sudah mengontongi ijin amdal.

Sedangkan mengenai masalah penolakan itu dirinya tidak mengetahui warga yang mana, karena dua lokasi tempat sama-sama menolak namun dengan tuntutan yang berbeda.

"Amdal ada, tapi kami masih mencari tahu warga yang melakukan penolakan tersebut," tandasnya. (zal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.