Piye

Pernyataan Kapolda Bikin Tiem Salah Satu Paslon Meradang

Pernyataan Kapolda Bikin Tiem Salah Satu Paslon Meradang
SuaraLombok.com|Lombok Barat - Terkait pernyataan Kapolda NTB di media lokal yang akan melakukan penyadapan atas nomor kontak milik pasangan Calon Kepala Daerah yang akan berkompetisi pada Pesta Demokrasi di NTB telah memancing reaksi keras dari salah satu ketua Tim Sukses pasangan Calon Bupati Lombok Barat.

Ketua Timses Pasangan Calon Bupati Lobar Farin-Muammar (FM) ketika ditemui di posko pemenangan Rumak Lobar, Muhazam justru mempertanyakan urgensi penyadapan yang akan dilakukan oleh Polda NTB terhadap Nomor Kontak Pasangan calon.

"Dalam kapasitasnya untuk pengamanan, tentu kita sudah mengetahui sistem kerja intelejen maupun aparat yang berseragam termasuk juga ada Pengawal Pribadi (walpri) yang ditempatkan disemua Paslon," ungkapnya. 

Dia lantas mempersoalkan terkait sesuatu yang dianggap begitu urgen sehingga Kapolda menyatakan akan menyadap kontak milik para Paslon.

"Ini terlalu masuk privasi orang, saya sangat tidak setuju dan menolak, karena kita ini atau rakyat sedang berpesta, pesta demokrasi, jadi jangan diganggu dengan hal hal seperti itu, terlebih lagi bahwa tidak ada aturan yang nengatur masalah ini," ucap Muhazam tegas. 

Terkait keamanan, lanjut dia, pihaknya menyatakan setuju sebagai langkah waspada dan memang harus bersama menjaga.

"Kami dari tim pemenangan juga berkomitmen untuk tetap menjaga keamanan bersama, bahkan ingin menunjukkan etika berdemokrasi yang halus dan santun sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda NTB Brigjen Polisi M. Firly kepada sejumlah wartawan pada acara Silaturrahmi dengan watimpres dan sejumlah pimpinan media, saat ditanya terkait hal ini, mengatakan jika dirinya tidak pernah berstatement seperti itu. 

"Ini perlu diluruskan, saya tidak pernah menyatakan hal tersebut," tegas dia. 

Menurut Firly, memang sempat ada wartawan yang bertanya bagaimana melaksanakan monitor pasangan calon, terkait informasi di media sosial, termasuk juga akunnya, namun ia mengaku menjawab saat itu hanya akan memonitor akun yang resmi maupun yang tidak resmi. 

"Saya bilang kita monitor akun-nya baik yang resmi ataupun tidak resmi, jadi tidak ada kalimat penyadapan," jelasnya.

Firly mengatakan, Polisi tidak memiliki kepentingan apapun jika ingin menyadap ponsel atau alat komunikasi paslon manapun. 

"Untuk apa kami sadap nomor orang dan saya tidak pernah berkeinginan melakukan penyadapan," tegasnya kembali. (miq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.