Piye

Pengambilan Nomor Urut Paslon Diwarnai Aksi Protes

Pengambilan Nomor Urut Paslon Diwarnai Aksi Protes
SuaraLombok.com|Lombok Timur - Pengambilan nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur yang bertempat di Gedung Wanita Selong, Selasa (13|2) diwarnai aksi protes dari Paslon Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al Habib) dan Paslon HM.Syamsul Lutfhi-H.Najamuddin Moestopa ( Fiddin). 

Pasalnya pemakaian gelar yang ditulis dalam foto untuk dicetak dalam kertas surat suara dengan yang ditandatangani berbeda.

Rapat pleno terbuka yang digelar KPU Lotim dengan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Camat dan Panitia Pengawas Pemiihan Umum (Panwaslu) Lotim.

"Paket Al Habib minta agar jangan menggunakan gelar saja,karena masyarakat sudah mengenalnya," tegas Ali Masadi dalam protesnya di rapat pleno penetapan cabup dan cawabup Lotim dan nomor urut calon.

Al Habib juga sebetulnya tidak mau memandatangai surat persetujuan nomor urut dan nama dan foto calon, Akan tapi kemudian tidak berapa lama Al Habib bersedia menandatangani dengan catatan meminta kepada KPU Lotim untuk segera mengganti atau merevisi apa yang sudah disebutkan Al Habib.

"Sebenarnya kami tidak mau menandatangani surat persetujuan ini,tapi karena KPU akan segera memperbaiki makanya kami tandatangani dengan catatan," ujar Paslon dari jalur perseorangan ini.

Hal yang sama juga dilakukan Cabup Lotim, HM. Syamsul Lutfhi melakukan protes atas nama yang tidak ada gelar Hajinya pada lembar persetujuan dan foto surat suara tersebut. Sehingga diminta kepada KPU Lotim untuk segera memperbaikinya.

"Ada yang kurang pada gelar nama saya yakni tidak ada Hajinya,maka harus diperbaiki oleh KPU Lotim," ujar Lutfhi dalam protesnya.

Mananggapi protes yang dilakukan dua paslon tersebut, Ketua KPU Lotim, M.Saleh mengatakan penaruhan gelar yang ada di foto itu tentunya atas permintaan calon. 

Dengan mengacu pada ijazah yang ada maka atas dasar inilah yang dilakukannya sebagaimana protes yang dilakukan paslon Al Habib.

Begitu juga dengan Calon Bupati Lotim, HM. Syamsul Lutfhi yang sebelumnya di KTP yang diajukan tidak ada nama tambahan di depannya yakni Haji.

"Karena ini permintaan paslon tentunya akan kami rubah sesuai dengan kesepakatan antara KPU dengan paslon agar nantinya tidak menjadi permasalahan kedepannya," tandas Saleh.

Sementara dalam pelaksanaan rapat pleno pengambilan nomor urut paslon berjalan lancar. 

Masing-masing sudah melakukan pengundian nomor. Diantaranya nomor urut 1 H.Haerul Warisin-H.Mahsun Ridwainy (Harum), Nomor Urut 2, Ali Masadi-Putrawan Habibi (Al Habib), Nomor Urut 3, HM.Sukiman Azmy-H.Rumaksi (Sukma) dan nomor urut 4, HM.Syamsul Lutfhi-H.Najamuddin Moestopa (Fiddin). (Zal)

1 komentar:

  1. hahahhahah... semoga mereka benar-benar amanh, tidak cuma omdong

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.