Piye

Dinsos Tegaskan Rastra Tidak Ditebus Penerima

Dinsos Tegaskan Rastra Tidak Ditebus Penerima
SuaraLombok.com|Lombok Barat - Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Barat menegaskan jika Beras Untu Keluarga Sejahtera (Rastra) tidak boleh dibayar oleh keluarga penerima.

Kadis Sosial Lobar, Hj. Ambar mengatakan, yang terjadi selama ini bahwa rastra ini kerap ditebus oleh penerima. Padahal dalam aturan hal itu tidak diperkenankan.

“Makanya kami lakukan kembali sosialisasi ke semua desa di Lombok Barat,” ungkap Ambar kepada media ini.

Lebih jauh dijelaskan, kuota penerima Rastra tidak boleh dilebihkan. Sebab, hal itu sudah sesuai dengan data yang ada di Dinsos.

Dikhawatirkan, jika kemudian kuota bertambah dengan tanpa prosedur yang jelas, akan kembali terjadi kasus bagi rata yang dilakukan petugas di tingkat Desa. Akibatnya, keluarga yang memang berhak menerima rastra akan mendapat jatah yang lebih sedikit.

“Harus tepat sasaran dong, jatahnya juga kan sudah jelas, 10 kilo (gram) per bulan per keluarga penerima dan tidak ada harga tebus,” tegasnya kembali.

Ditanya lebih jauh tentang biaya angkut ke setiap desa oleh Bulog, Ambar menegaskan hal itu sudah ditanggung oleh pemerintah. Bulog tidak diperkenankan mengambil uang kembali dari masyarakat dengan alasan apapun.

“Itu sudah tanggung jawab Bulog, jadi tidak ada alasan mengambil bayaran kembali,” lanjut dia.

Sementara terkait Bansos bantuan non tunai yang dicanangkan oleh pemerintah, Ambar menjelaskan pihaknya sudah mendata calon penerima. Secara menyeluruh di wilayah Lombok Barat, jumlah calon penerima mencapai 66.996.

“Jumlah itu sudah ditetapkan, nanti tidak boleh bagi rata,” katanya. (miq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.