Piye

Akibar Banjir, Siswa Pasung Terancam Buaya

Siswa Pasung Terancam Buaya
SuaraLombok.com|Lombok Tengah - Hujan deras yang terjadi belakangan ini membuat SDN Pasung yang berada di Desa Bangkat Parak lagi-lagi terendam. Banjir terjadi diakibatkan oleh luapan air sungai di desa setempat.

Parahnya, wilayah Dusun Jolowakal, Dusun Pasung, Bagik Jongkor, dan Sempudun yang juga salah satu jalan alternatif siswa dan guru berlalu lalang terancam oleh buaya yang bisa saja naik ke darat akibat air sungai yang meluap.

Ia menjelaskan, Jembatan Marong, jalan raya di Dusun Pengengat, hingga jalan menuju jembatan Pasung yang bisa dilalui guru dan siswa juga kena banjir. 

“Bahaya, siswa mana berani ke sekolah, sehingga tergantung keadaan, kalau air surut siswa tetap masuk sekolah,” terangnya.

Informasi yang dihimpun media ini, kondisi terkini di lokasi banjir sudah sepinggang orang dewasa dan banjir sudah masuk ke tiga ruang kelas yakni kelas I, II, dan III.

Kepala SDN Pasung, Muslim menerangkan, hujan yang terjadi selama dua hari satu malam belakangan ini membuat banyak tempat di Bangkat Paarak tergenang air. Bahkan di SD yang dipimpinnya, dengan kondisi ini membuat 127 siswa terganggu kegiatan belajar mengajarnya.

“Tadi pagi kami pulangkan siswa jam 08.15 Wita,” terang Muslim.

Dalam menyikapi hal ini, pihaknya terus berusaha menghubungi leading sektor terkait dalam hal ini, namun masih belum ada kejelasan. Janji dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang membuat drainase juga belum ada nampak. 

Hal ini penting agar bisa menampung dan memperlancar aliran air.  Sehingga, aliran air tidak sampai ke halaman dan ruang kelas siswa.

Di samping itu, mengingat banjir parah yang terjadi, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Loteng diharapkan memberikan atensi cepat. Sebab, bukan saja dari segi materi yang diminta, namun keselamatan warga dalam beraktivitas juga terganggu lantaran informasi yang diterima, ada buaya yang sudah masuk pemukiman warga. (del)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.