Piye

Santosa Bayar Piutang Pajak, Pemda Langsung Buka Plang Sita

Buka Plang Sita
SuaraLombok.com|Lombok Barat  - Persoalan piutang pajak hotel Santosa Senggigi yang berlarut-larut sejak beberapa tahun lalu akhirnya menemukan titik terang.

Hal ini setelah pihak hotel membayar piutang pajak tahun 2013-2015 sesuai perintah penyitaan tanggal 9 Desember 2016 lalu senilai Rp 7,3 miliar lebih. 

Karena pihak hotel telah membayar piutang pajak tersebut, pemda melalui Badan Pendapatan Daerah bersama tim kejaksaan pun membuka plang penyitaan aset hotel tersebut.

Tim Bapenda dipimpin langsung Kepala Bapenda Hj Lale Prayatni didampingi Kabid bersama Kabag Hukum H Bagus Dwipayana serta tim Kejaksaan Negeri (Kejari) diwakili Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Mataram, Putu Agus Ary Artha, tim ini turun ke Hotel Santosa sekitar pukul 14.00 wita.

Selanjutnya tim diterima langsung oleh General Meneger (GM) The Santosa Villas dan Resort, Stephane Servin dan Accountning Meneger Wayan Sudiarta serta pihak menegmen hotel lainnya. 

Sebelum membuka plang penyitaan, tim lebih dulu menyerahkan berita acara pencabutan sita. Setelah itu, barulah tim menuju lokasi parkir dan bagian pintu gerbang hotel untuk mencabut bersama-sama plang penyitaan.

Kepala Bapenda Hj Lale Prayatni menyatakan, penyitaan atas harta kekayaan milik pengelola hotel yang telah dilakukan tanggal 9 Desember 2016 berdasarkan surat perintah melakukan penyitaan kepala Dinas PPKD nomor 800/587/DPPKD/2016 dan telah dicatat dalam berita acara pelaksanaan sita nomor 945/588/DPPKD/2016 dengan ini dicabut. 

Mengacu berita acara penyitaan tersebut tercantum total piutang pajak tahun 2013-2015 Rp 7,382 miliar lebih. “Itu sudah lunas dibayar sehingga plang penyitaan di hotel santosa dicabut,” jelas Lale. 

Diakui, pembayaran piutang dilakukan bertahap terakhir dibayarkan sebesar Rp 5,3 mliar dan Rp 90 juta pekan lalu. Menurutnya, piutang yang dibayar ini untuk tahun 2013-2015 ditambah denda mencapai total Rp 9 Miliar lebih yang sudah masuk ke pemda. Sedangkan untuk piutang tahun 2016-2017 belum dibayarkan sekitar Rp 3 miliar lebih. 

Pihaknya fokus dulu menyelesaikan piutang sesuai berita acara penyitaan tersebut, setelah dicabut barulah dilakukan langkah lagi jika pihak pengelola hotel tidak membayar sisa piutang tahun 2016-2017. 

Hal ini juga sesuai hasil koordinasi dengan pihak  kejaksaan, bahwa fokus menyelesaian untuk berita acara penyitaan piutang pajak tiga tahun tersebut. 

“Memang yang diserahkan ke kejaksaan itu gabung dia, dari 2013-2017, tapi kita selesaikan dulu yang berita acara sebab pas penyitaan itu sampai 2015,” sambung Lale menjelaskan.

Meski plang penyitaan telah dicabut, namun demikian pihaknya akan membuat perjanjian baru dengan kejaksaan untuk piutang tahun 2016-2017. 

Harapannya setelah plang sitaan dibuka, dapat meningkatkan hunian hotel tersebut sehingga mampu menyelesaikan piutang untuk dua tahun terakhir. Ia juga berharap apa yang dilakukan pemda terhadap hotel Santosa menjadi pelajaran bagi wajib pajal lain bahwa pemda harus menegakkan aturan terkait pajak ini. 

“Saya wakili pak Bupati mengucapkan ke pihak kejari sehingga persoalan piutang pajak ini bisa diselesaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Perdata dan Tata Usaha Kejari Mataram, Putu Agus Ary Artha menyatakan pembayaran piutang pajak santosa ini terhitung Rp 7,3 miliar dibayarkan dalam empat tahapan yakni Rp 1,5 miliar, Rp 500 juta, Rp 5,3 dan Rp 90 juta. 

Sehingga tinggal menyelesaikan pajak tahun 2016 dan 2017 masih berjalan dalam perhitungan. “Jadi jangan sampai ada masyarakat menilai sebelah mata atau bagaimana, jadi sudah clear yang menjadi surat sita sehingga dicabut penyitaan,” ujarnya. 

Kejaksaan jelasnya tetap mengawal jika masih ada SKK, untuk piutang 2016-2017 jelasnya tetap dikawal sampai pajak terbayar dengan lunas. Pihak hotel juga sudah membuat surat pernyataan melakukan pelunasan, kalau tidak bisa dilakukan pelunasan dengan dibukanya plang sita diharapkan mampu meningkatkan pendapatan hotel agar tetap bisa dibayarkan sisa pajak sehingga tidak lagi menjadi tunggakan.   

Accountning Meneger The santosa Villas dan Resort, Wayan Sudiarta menyampaikan terima kasih terhadap Pemda khususnya Bupati dan Bapenda yang telah memberikan surat pencabutan sita sehingga kedepan bisa menjalankan operasional hotel dengan baik tanpa ada hambatan.

Terkait komitmen pelunasan sisa pajak, pihaknya menargetkan bulan Februari. Pihak owner juga berusaha mencari pinjaman untuk pelunasan pajak tersebut.

“Sebelum itu dilakukan kami akan tingkatkan hunian kamar untuk bayar cicil sesuai kemampuan,” katanya.

Diakui, dampak penyitaan hotel ini sangat besar bahkan menurun drastis hingga dibawah 40 persen sebab kompetitor hotel lain menyampaikan agar jangan ke santosa sebab tersangkut piutang pajak ini. (Miq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.