Piye

Pemilik Lahan Segel Lokasi Pembangunan Pelindo III

Pemilik Lahan Segel Lokasi Pembangunan Pelindo III
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Lokasi pembangunan pelabuhan peti kemas yang di bangun Pelindo III di wilayah Teluk Waru Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lobar disegel pemilik lahan.

Sopyan (50) salah satu warga Teluk Waru Desa Labuan Tereng mematok palang di areal tanah pembangunan pelabuhan peti kemas yang di bangun Pelindo III pada Senin (01/1).

Pasalnya, Sopyan mengklaim bahwa keberadaan tanah itu adalah miliknya dengan luas 80 are. Bahkan, ia mengkalaim memiliki surat-surat lengkap seperti sporadik dan SPPT.

"Kami bisa ajukan bukti kepemilikan," tegasnya saat ditemui di lokasi.

Dikatakan, terkait tanah tersebut, ia sudah memilikinya sejak sekitar 20 tahun silam. Sementara administrasinya seperti sporadik dan SPPT di terbitkan pada 2011 lalu.

“Dari tahun 1990 saya miliki tanah ini dan tahun 2011 saya buatkan surat-surat dan langsung bayar pajak," sambungnya.

Pemilik Lahan Segel Lokasi Pembangunan Pelindo III
Terkait masalahnya dengan Pelindo, dibeberkan jika awalnya pihak Pelindo III berjanji akan memberi ganti rugi. 

“Kok sekarang berdalih dan gak mau bayar, padahal di samping kiri dan kanan sudah diganti rugi kok saya yang di tengah-tengah nggak," kesalnya.

Sementara itu, Lalu Iskandar selaku pengacara pihak penggugat saat dikonfirmasi via telepon membenarkan penyampaian kliennya.

“Masalah keabsahan bukti kepemilikan, nanti pengadilan yang menentukan, Pelindo III tidak berhak mengatakan sporadik itu bukan bukti kepemilikan,” tegasnya.

Dijelaskan, sporadik pada dasarnya sebuah alas untuk bisa membuat sertifikat. Sehingga, bagaimanapun juga bukti itu tidak bisa terlepas dari bukti lainnya.

“Itu dasar kami melakukan gugatan atas ketidak kooperatifnya pihak Pelindo III yang tidak mau membayar atau mengganti rugi tanah tersebut,” cetusnya.

“Atau barangkali pihak pelindo III merasa diri dia pemerintah," sambungnya ketus.

Lebih jauh melalui via telepon itu, Iskandar menjelaskan bahwa kliennya sudah melakukan mediasi di Pengadilan Negeri Mataram pada 18 Desembre 2017 lalu. Pada saat itu, salah satu perwakilan Pelindo III hadir.

"Mungkin nanti tanggal 3 (Januari 2018) kita akan klarifikasi lagi di pengadilan untuk mediasi ke dua," tandasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.