Piye

Oknum ASN Lotim Diduga Terlibat Politik Praktis

Oknum ASN Lotim Diduga Terlibat Politik Praktis
SuaraLombok.com|Lombok Timur - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lotim diduga terlibat politik praktis dengan mendukung serta menjadi tim sukses salah satu balon Bupati dan Wabup.

Menurut kabar yang  beredar disertai bukti berupa foto yang beredar di masyarakat, sejumlah ASN yang menjabat sebagai Kepala Unit Pelayanan Tehnis Terpadu (UPT-T) Pertanian dan Kepala Puskesmas di Lotim terlibat dalam politik praktis ini.

Menerima laporan semacam ini, Panwaslu Lombok Timur sudah bersiap memanggil sejumlah oknum ASN itu untuk diperiksa.

Hal itu karena mereka juga diduga mengerahkan Pegawai Tidak Tetap (PTT) seperti bidan, perawat dan para tenaga Penyuluh Lapangan (PL) Pertanian dalam pertemuan di wilayah Sikur pada hari Minggu tanggal 7 Januari 2018 lalu.

Dugaan ikut dalam politik praktis itu semakin santer karena dalam pertemuan itu dihadiri juga oleh salah satu balon bupati yaitu H.Haerul Warisin yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Lotim.

"Kami akan panggil oknum bersangkutan untuk mengklarifikasi isu yang beredar," tegas Ketua Divisi Pelanggaran dan Penindakan Panwaslu Lotim, Sahnan pada awak media.

Pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap oknum bersangkutan. 

Panwaslu mengklaim sudah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan investigasi terhadap para Kepala UPT-T Pertanian dan Puskesmas mengenai adanya indikasi pengerahan PTT dan PPL untuk mengikuti kegiatan yang bernuansa politik tersebut.

Bahkan tidak itu saja, pihaknya juga telah menemukan surat undangan yang dikeluarkan intansi tersebut untuk menghadiri kegiatan itu.

"Kita akan tahu lebih jelas tujuan memerintahkan PTT dan PPL untuk hadir dalam kegiatan itu setelah diperiksa," ujarnya.

Sementara sejumlah Kepala Puskesmas di Lotim yang dikonfirmasi mengenai masalah kehadiran tenaga PTT di kegiatan salah satu balon di wilayah Sikur tidak menampik hal itu.

Namun, sejumlah kepala Puskesmas yang dikonfirmasi menjawab dengan jawaban beraneka ragam. Ada yang beralasan hanya kehadiran PPT tidak dipaksakan. (Zal) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.