Piye

Mahsun dan Sukiman Siap Tinggalkan Partai Masing-masing

Mahsun dan Sukiman Siap Tinggalkan PBB dan Gerindra
SuaraLombok.com|Lombok Timur - Bacabup Lotim, H.Mahsun Ridwainy dari Partai Bulan Bintang (PBB) dan HM.Sukiman Azmy dari Gerindra menyatakan diri siap meninggalkan partai yang membesarkan nama mereka.

Pasalnya, kedua partai ini ternyata tidak mendukung mereka maju pada kontestasi Pilbup Lotim yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

"Buat apa harus tetap bertahan di PBB kalau tidak mendukung kadernya sendiri maju dalam Pilkada Lotim," kata H.Mahsun Ridwainy kepada wartawan dengan nada kesal.

Seharusnya, lanjut Anggota DPRD NTB ini, PBB harus memprioritaskan kadernya untuk diusung dalam Pilkada dan bukan malah mendukung orang lain yang tidak menjadi kader.

"Kalau ingin melihat kadernya berhasil ya partai harus mendukung dong," tambahnya masih dengan nada yang sama.

Hal yang sama dikatakan Dewan Penasehat DPC Gerindra Lotim, HM. Sukiman Azmy menegaskan dirinya juga tidak mengetahui secara jelas kenapa Gerindra mendukung orang lain.

Padahal, ia merupakan kader Gerindra bahkan sudah mengikuti proses sesuai dengan aturan main yang ada di partainya untuk bisa maju dalam Pilkada melalui partai Gerindra.

"Saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi," kata Sukiman Azmy yang juga bakal Calon Bupati Lotim.

Namun begitu, tambah Sukiman, dirinya mendengar kalau akan ada pergantian pucuk pimpinan di partai Gerindra. Maka sudah barang tentu dengan adanya pengurus yang baru dirinya tidak akan lagi dimasukkan dalam tataran pengurus.

"Itulah namanya politik bisa berubah setiap waktu, karena politik itu dinamis," ujar Mantan Dandim 1615 Lotim ini.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Lotim, Sawaludin saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar, namun yang jelas apapun yang menjadi keputusan partai tertinggi akan diikutinya.

"Saya tunduk dan patuh pada perintah partai dan tidak berani melawan," katanya.

Sebelumnya Ketua DPC PBB Lotim, H.Edwin Hadiwijaya mengatakan kalau majunya H. Mahsun menjadi bakal calon Wakil Bupati Lotim tidak dibarengi dengan komunikasi intens dengan partai. Bahkan, partai tidak mengetahui kalau yang bersangkutan berniat untuk maju dalam Pilkada.

"Kalau memang ada komunikasi jauh sebelumnya, tidak mungkin partai akan meninggalkan kadernya," tandasnya. (Zal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.