Piye

Hasil Pilkades Disoal, Masbagik Selatan Memanas

Hasil Pilkades Disoal, Masbagik Selatan Memanas
SuaraLombok.com I Lombok Timur - Puluhan massa pendukung calon kades Masbagik Selatan No urut 5 menuntut penghitungan ulang atas hasil Pilkades tersebut. Massa melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (3/1).

Massa yang tergabung dalam Forum Pemerhati Rakyat dan Kebijakan Pemerintah Lotim yang dipimpin Naswadi alias Adi Gondrong melakukan orasi di depan kantor Bupati Lotim. 

Massa mengungkapkan berbagai dugaan ketimpangan yang dilakukan panitia Pilkades sehingga merugikan calon kades lainnya, termasuk calon nomor urut 5.

"Kami meminta segera melakukan penghitungan ulang," tegas Naswadi dalam orasinya.

Para orator aksi mengungkapkan tiga hal yakni, pertama panitia melakukan pengumuman untuk No 5 sudara Masdar menang dengan selisih suara 29 suara kemenangan. Kedua Melakukan pengumuman kedua dengan jeda waktu lebih 20 menit kemudian diumumkan bahwa suara antara calon 4 dan calon no 5 draw.

Sementara ketiga ada kesan melakukan proses penyelesaian masalah dengan mengadakan pleno dikantor Camat Masbagik.

“Waktu pengajuan keberatan kami akhinrya terpotong oleh panitia penyelenggara. Ini aneh bin ajaib, masa calon nomor 5 sudah dimenangkan pada perhitungan, tapi dalam kenyataan kok bisa draw hasilnya," curiganya.

Oleh karena itu,massa forum pemerhati pemerintah meminta kepada Bupati Lotim untuk segera menyelesaikan masalah ini.

"Ali BD jangan terlena dengan persoalan ini, makanya kami datang menuntut keadilan," teriak orator dengan suara lantang.

Setelah puas menyampaikan orasi perwakilan massa diterima Asisten I Setdakab Lotim, Hanudin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lotim, HM. Juani Taufik.

Dalam pejelasannya, Kadis PMD Lotim menerangkan kalau dari sisi tehnis  Pilkades sesuai aturan yang ada. Namun begitu dirinya tidak menyangka kalau hasilnya drow.

Selain itu pihaknya sudah menerima surat keberatan dari calon nomor 5 Masdar kepada Bupati Lotim.Dengan adanya perbedaan dan pengumuman kedua tersebut.

Bahkan  panitia yang berada di tempat itu sudah dilakukan tandatangan semuanya sehingga  tentu pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas laporan.

"Posisi keberatan pada saat TPS 25 belum masuk, namun setelah masuk tentunya berbeda hasilnya," tegasnya.

Ditambahkan, apa yang menjadi aspirasi masyarakat tentunya akan disampaikan ke pimpinan. Namun begitu, pihaknya tidak bisa menjamin apa yang menjadi tuntutan massa bisa direspon pimpinan.

"Yang jelas Panitia Pilkades Kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi panitia Pilkades desa, karena yang menyelenggarakan ada di desa," jelas Taufik.

Massa aksi tidak puas dengan penjelasan yang disampaikan pemerintah daerah dan berjanji akan melakukan upaya hukum nantinya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.