Piye

Warga Lembar Protes, Pihak ASDP Berkilah

kepada pihak ASDP
SuaraLombok.com|Lombok Barat - Warga Lembar melakukan aksi protes keras terhadap pihak ASDP cabang Lembar.
Masalahnya, pihak ASDP tidak memenuhi janji akan memberikan lokasi bagi warga untuk berdagang.
Puluhan warga yang kesal akhinrya mematok sejumlah areal yang dulunya diklaim sebagai milik warga.
“Dulu ASDP janji akan menyiapkan tempat untuk warga jualan, sekarang kami ambil lagi karena tidak ada realisasinya,” tegas Adi, salah satu warga Lembar.
Parahnya, menurut warga pihak ASDP selalu mengklaim kepemilikan  tanah. Padahal, warga menilai hal itu sebagai akal-akalan semata karena ternyata administrasi kepemilikan tidak ada.
“Dulu tempat ini adalah dermaga perahu tetapi dengan kita dijanjikan tempat berjualan, akhirnya setelah di timbun akhirnya kami tidak di kasih,” sambungnya.
Sementara Kades Lembar Selatan, HL Salikin justru mengaku dengan gamblang tidak mengetahui persis persoalan administrasi tanah ini.
Dia mengaku hanya mengetahui bahwa warga menumpang jualan di lokasi itu dan pihak pengelola berjanji akan menfasilitasi pedagang kecil dengan cara membuatkan lapak dan lokasi berdagang lainnya.
“Tapi setelah reklamasi, pihak ASDP berkilah dan melakukan pemagaran, bahkan sampai melarang warga berdagang di dalam pelabuhan,” tegas Kades.
Yang menjadi persoalan, lanjut dia, pihaknya sempat berfikir jika lahan itu adalah milik pengelola, tetapi anehnya sporadik justru diurus pasca reklamasi.
“Saya kan jadi bingung, dulu ngakunya punya sertifikat, tapi sekarang tidak ada,” ungkapnya.
Sementara pihak pengelola ASDP cabang Lembar menyangkal pernyataan warga tersebut.
“Kami akan melakukan pengecoran guna melakukan tata ruang yang bagus dan bersih, setelah itu juga nanti kita akan memberikan akses kepada para pedagang agar di tata rapi serta di sana nanti ada pengurus tersendiri,” terang Yanus Lentanga selaku pimpinan pengelola ASDP Lembar.
Sementara terkait keabsahan surat dan administrasi tanah, pihaknya tidak memberi komentar banyak.
“Masalah keabsahan tanah kami tidak tau karena itu urusan Kementrian dan BUMN. Saya hanya diperintahkan saja dan kebetulan saya orang baru di sini,” kilahnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.