Piye

Warga Gili Alami Hal Ini Setelah PT. BAL Tidak Operasi

Warga Kesulitan Air Bersih
SuaraLombok.com | KLU - Penyitaan yang dilakukan terhadap PT Berkat Air Laut (BAL) oleh Polda NTB ternyata berimbas buruk bagi masyarakat Gili.

Pasalnya, hal itu memaksa pihak perusahaan penyuplai air bersih terbesar di Gili Trawangan dan Meno itu berhenti beroprasi.

Ribuan pelanggan bereaksi terhadap hal ini. Bahkan mereke sampai menggedor kantor PT.BAL untuk meminta kepastian apakah pihak perusahaan akan beroprasi kembali atau tidak.

"Kami miminta kepastian, dan kami akan bersurat ke Pemda maupun ke Kepolisian agar mereka kembali beroperasi lagi," ungkap Kepala Desa Gili Indah, H.Taufik saat di konfirmasi via telpon jumat (8/12).

Menurut Taufik, pihak PT.BAL tidak elok menghentikan penyuplaian air bersih ke warga secara sepihak. Sebab, ini menyangkut hajat orang banyak yang sangat membutuhkan air bersih.

"Dia yang hentikan sendiri, padahal pihak kepolisian maupun pemda tidak meminta itu (menghentikan oprasi - Red)," tegasnya.

Menanggapi hal itu, pihak PT.BAL melalui jubirnya Arli Wihodo yang di komfirmasi wartawan secara terpisah menegaskan, jika perusahaan tidak berani beroperasi karena yang di sita adalah barang bukti.

“Barang buktinya berupa gudang dan kami khawatir akan ada masalah baru di kemudian hari yang muncul kalau kami beroperasi kembali,” katanya. “Aturannya kan kalau barang bukti tidak boleh dimasuki orang apalagi sampai beroperasi,” sambungnya.

Jadi, lanjut Arli, pihaknya tidak akan membuka dan beroperasi lagi jika pihaknya tidak mendapat rekomendasi tertulis dari pihak pengadilan.

"Kita kan taat hukum dan aturan, jadi kami tidak akan operasi kalau tidak ada surat dari pengadilan yang menyatakan kami boleh beroprasi," tukasnya.

Sementara terkait warga yang datang mengajukan protes, kata Arli itu di luar konteks.

"Kalau untuk warga yang datang protes itu bukan masalah kami, kan itu masalah pemerintah daerah," jawabnya dingin. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.