Piye

Unik! Ritual Maulid Adat Wet Sesait KLU

Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kayangan KLU
SuaraLombok.com | KLU -  Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. di wilayah yang satu ini cukup unik.
Masyarakat Adat Wet Sesait, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar kegiatan ini dengan berbagai ritual adat yang tidak ada di daerah lainnya.

Sebagai pembuka, acara tahunan ini diawali dengan ritual memajang dan dibuka langsung oleh Sekcam Kayangan, Sekiadim.

Menurut keyakinan masyarakat setempat, prosesi awal ini adalah prosesi membuka pintu Mesigit Lokaq (Masjid Tua/Kuno) yang menandakan acara ritual sudah bisa dimulai.
Kemudian dilanjutkan dengan merentangkan kain putih dari mimbar hingga ke pintu masuk masjid yang dilakukan oleh penghulu desa, Asmudin.

Selanjutnya pemberian empat kain berbahan benang dengan empat warna kepada Tau Lokaq (Para Sesepuh) untuk diikatkan di empat tiang masjid.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, hal ini mempunyai arti khus dalam kehidupan umat manusia.

"Kalau pemasangan kain putih itu melambangkan bumi yang di lapisi langit, sedangkan pemberian empat kain berwarna melambangkan empat unsur kehidupan manusian, unsur api untuk kain warna merah, air dengan kain berwarna kuning, kain biru untuk unsur tanah, dan kain putih untuk unsur angin," ungkap pemekel Adat Wet Sesait, Ustadz Sidep kepada wartawan.

Bupati KLU melalui Kabid Kebudayaan Disbudpar, Arnoardi  mengatakan, perayaan maulid adat ini sangat perlu dilestarikan.

Pemda dalam hal ini akan mengemas perayaan ini dengan mengadakan berbagai macam lomba dan akan berupaya mendatangkan Dirjen Kebudayaan (Kamindagbud) pada tahun berikutnya.

"Insya Allah di tahun 2018 nanti, kita akan coba mendatangkan Dirjen Kebudayaan di acara ini," janjinya.

Tidak hanya sampai di sini, pada malam harinya acara dilanjutkan dengan panampilan para pepadu peresean.
Sementara untuk keesokan harinya akan dilakukan ritual Bisok Manik (Cuci Beras-Red) serta pemotongan hewan didepan pintu masuk masjid dan dilanjutkan dengan acara puncak adalah Dulang Nasi Aji, dimana makanan akan di sajikan di teras masjid untuk disantap bersama. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.