Piye

Tersangka Utama Berkicau, Ternyata Uang Perusda Mengalir ke Sini

Tersangka Utama Berkicau, Ternyata Uang Perusda Mengalir ke Sini
SuaraLombok.com|Lombok Tengah - Tersangka utama kasus dugaan korupsi Perusda PT.LTB, LM buka suara.

Kali ini, dia berkicau tentang aliran uang negara yang berjumlah hampir Rp. 1 Miliar itu.

LM mengaku, dana itu awalnya diperuntukan untuk mengembangkan perusahaan yang dipimpinya.

“Mau tidak mau saya harus ungkapkan sesuai dengan fakta,” ungkapnya di hadapan sejumlah awak media.

Ia mengaku dilantik menjadi Dirut pada 14 Maret 2013. Meski begitu, dana itu tidak bisa langsung dicairkan.

“Setelah 18 bulan saya dilantik baru dana itu bisa dicairkan dan saat itu kami tetap bekerja meski belum ada dana dan saya sampai terpaksa pakai uang pribadi dengan menjual mobil,” akunya.

Tidak sampai di situ, pihaknya saat itu melakukan pinjaman dana ke PDAM sebesar Rp. 200 juta untuk biyaya operasional.

Pada saat pencairan dana, pihaknya langsung mengganti uang pinjaman di PDAM, sementara Rp. 700 juta diklaim untuk membeli mesin bata ringan, Rp. 50 juta untuk rehabilitasi kantor dan sisanya untuk gaji.

“Kami punya bukti kwitansi pembayaran mesin cetak bata itu,” klaimnya.

Masalah harga yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin cetak bata ringan, LM berkilah bahwa hal itu hanya masalah perspektif masing-masing pihak saja.

“Kalau saya menganggap sudah sesuai karena saya percaya dengan mitra saya yang ada di direksi yang membeli barang,” jelasnya.

Sementara untuk aliran dana yang dianggap merugikan negara, ia mengaku tidak mengetahui dana-dana yang Rp 700 juta tersebut mengalir ke mana saja.

Sebab, setahu dia, dana tersebut hanya untuk pembelian mesin.

“Kalau ada aliran dana keorang lain, saya tidak tahu. Saya tidak pernah menandatangani yang lainya. Bisa dibuktikan juga siapa yang menerima uang tersebut,” jelasnya.

Selebihnya, Marta mengaku kaget dan tidak percaya bahwa pekerjaan yang ia lakukan selama ini membuat dirinya terjerat hukum.

“Karena saya tidak merasa bersalah, saya tidak melarikan diri. Saya cuma ada urusan di luar daerah, kebetulan di sana sinyal HP tidak ada, jadi saya tidak tahu apa-apa,” belanya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.