Piye

PT. BAL Disita, Warga Gili Trancam Tidak Minum

Aset PT BAL oleh Polda dan Pemda KLU
Suara Lombok.com | KLU - Aparat kepolisian dari Polda NTB bersama Pemerintah Daerah KLU secara resmi menyita Sejumlah inventaris Perusahaan PT. Berkat Air Laut (BAL) di Gili Trawangan dan Meno.

Hal itu di lakuakan lantaran aset perusahaan penyuplai air bersih terbesar di Gili Trawangan itu akan dijadikan acuan pemberkasan oleh pihak kepolisian di kejaksaan.

"Yang di Trawangan kami sita saja karena dokumennya lengkap kecuali izin operasional pengeboran saja. Sementara untuk di Meno kami sita sekaligus segel karena tidak punya dokumen," ungkap kasat Pol PP dan Damkar KLU, Achmad Dharma, Kamis (07/12).

Dharma menjelaskan, adapun dasar dari penyitaan tersebut yakni mengacu pada surat dari Polda NTB yang akan dilayangkan ke pengadilan untuk melakukan pelimpahan berkas.

"Ini untuk mempercepat proses sidang terhadap Direktur PT. BAL yang telah di tetapkan sebagai tersangka," katanya.

Terhadap penyitaan ini, pihak PT sempat menyinggung akan menghentikan oprasionalnya.

Tentu hal itu akan sangat berdampak pada masyarakat di sana, apalagi warga sangat membutuhkan air bersih dan diketahui jumlah pelanggan PT. BAL saat ini sudah mencapai 1.000 orang pelanggan.

Menanggapi hal tersebut, Dharma mengatakan pihaknya akan membahas lagi nanti lebih lanjut dengan internal di pemerintah untuk langkah antisipasi.

"Kami dari pemerintah maupun kepolisian tidak menuntut itu (Mematikan Operasional-Red), tetapi mereka mau sendiri. Tapi nanti akan dibahas lebih lanjut (Suplai Air Bersih ke Trawangan-Red),"  tandasnya.

Secara terpisah, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin mengatakan, pihaknya baru mendapat informasi mengenai penyitaan yang akan di lakukan terhadap PT. BAL oleh Polda NTB.

"Nah saya baru denger ini, jadi saya belum bisa cerita banyak," akunya.

Dalam konteks ini lanjut Syarif, melihat persoalan yang terjadi, Pemkab bukan tanpa solusi. Apalagi jika menyakut masyarakat banyak.

"Seharusnya seleseikan dulu persoalan hukumnya. Kan untuk air bersih kita bisa berikan alternatif, siapa saja boleh kok investasi atau kerjasama asal jangan ngebor," paparnya.

"Tapi jangan sampai semena-mena menghentikan suplai air bersih. Kami pada pemenuhan kebutuhan sosial jangan sampai air di privatisasi,” pungkasnya. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.