Piye

Pemerintah Pusat Support Bibit Jagung untuk Petani KLU

Untuk Petani KLU
SuaraLombok.com | KLU - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyerahkan secara simbolis puluhan ton bibit jagung bantuan dari pemerintah pusat kepada para petani binaan Gempita KLU.

Penyerahan yang dilangsungkan di Gedung Serba Guna, Gondang itu dihadiri lansung oleh perwakilan Kementrian Pertanian, Kapolres, sejumlah SKPD dan puluhan petani binaan gempita.

Ketua Gempita KLU, Agus Rohadi dalam sambutanya mengatan, pihaknya sudah membuat MOU dengan pihak kementrian pertanian pusat untuk membeli produk yang dihasilkan oleh petani binaan gempita.

"Jadi untuk pemasaran petani yang masuk dalam binaan gempita tidak akan susah lagi," ujarnya.

Agus menjelaskan, saat ini pihaknya sudah membina sekitar 65 kelompok tani di kabupaten termuda di NTB itu. Luas lahan garapan mencapai 1452 hektar.

Sehingga untuk saat ini bisa dikatakan pihaknya akan menyumbangkan benih sebanyak

"Di Kecamatan Bayan saat ini ada 35 kelompok, Kayangan 1 kelompok dan sisanya di kecamatan Gangga," jelasnya.

Tidak hanya bibit saja yang akan disumbangkan pemerintah pusat. Pemerintah juga akan menyumbang puluhan ton pupuk untuk menunjang keberlansungan tanam para petani.

"Pupuk juga akan disumbangkan kepada para petani sebanyak 20 ton," katanya.

Lebih lanjut Agus menuturkan, dengan adanya sumbangan ini pihaknya berharap kepada para petani supaya menjadi petani yang mandiri dan tidak tergantung lagi kepada bantuan pemerintah.

Sementara Bupati KLU, H.Najmul Akhyar SH. MH. mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil Gempita KLU.

Karena, lanjut Najmul, sektor pertanian merupakan sektor andalan KLU saat ini yang akan di sandingkan dengan sektor pariwisata yang merupakan keunggulan bagi para petani.

"Sektor pertanian dan pariwisata ini saling berkaitan dan kita di KLU sudah punya pasar besar yakni pariwisata," paparnya.

Selanjutnya Bupati memaparkan, tahun depan pihaknya akan membuat pasar Holtikultura yang akan menjadi tempat berkumpulnya para petani di KLU untuk memasarkan produknya. (08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.