Piye

Marak Nikah Dini Bikin Pemda KLU Lakukan Hal Ini

Bahaya Nikah Dini
SuaraLombok.com | KLU  - Maraknya kasus pernikahaan usia dini di Kabupaten Lombok Utara (KLU), membuat pemerintah Daerah dan Provinsi mengambil langkah tegas.

Dalam hal ini, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) KLU bersama Dinas BP3APDKB NTB rutin menggelar sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat terhadap dampak buruk pernikahan dini.

"Ini sebenarnya menjadi kekhawatiran pemerintah, terutama kualitas SDM generasi penerus bangsa yang bisa menurun jika tradisi ini terus dilakukan," ungkap Kasubag Program DP3APDKB NTB, Untung Basuki.

Untung menjelaskan, data di NTB tahun 2016, angka pernikahan dini secara keseluruhan sudah mencapai 51,81 persen.

"Ini untuk Keseluruhan wilayah NTB," jelasnya.

Sosialisasi PUP ini dilakukan dalam rangka menyongsong KLU menjadi kabupaten layak anak.

Salah satu indikatornya adalah turunnya angka menikah usia dini di tengah masyarakat.

"Desa Tanjung khususnya akan ditunjuk menjadi contoh desa layak anak," katanya.

Selain dalam upaya menyongsong hal tersebut, perlu diketahui juga bahwa banyak dampak yang akan ditimbulkan jika menikah pada usia dini.

"Banyak sekali dampaknya seperti angka perceraian meningkat, mental dan ekonomi belum siap, kematian bayi dan ibu lebih berpotensi," terang dia. (cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.