Piye

KKM MIN 2 Kurangi Beban Guru Dengan Cara Ini

KKM MIN 2 Kurangi Beban Guru Dengan Cara Ini
SuaraLombok.com|Lombok Tengah - Beban guru khususnya di SD sederajat tampaknya akan bertambah.

Betapa tidak, Kurikulum 2013 atau K-13 dikabarkan akan berubah pola dalam waktu dekat ini.

Perubahan itu adalah dikeluarkannya beberapa mata pelajaran seperti matematika dan lainnya dari pola tematik dan akan menjadi mata pelajaran tersendiri yang akan diajarkan.

Sebelum sistem baru itu diterapkan, Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 2 Lombok Tengah telah mengambil peran dan langkah antisipasi terlebih dahulu untuk meringankan beban guru.

Salah satunya dengan melaksanakan Diklat Peningkatan Kompetensi Administrasi Pembelajaran Bagi Guru PNS.

“Untuk perubahan itu belum ada pelatihan, jadi kami bernisiatif mengadakan di internal kami dulu,” ungkap Ketua KKM MIN 2 Loteng, Mahruf, S.Ag., M.Pd.I.

Diklaim, kegiatan ini murni inisiatif pihak KKM dan tidak ada instruksi khusus dari pihak manapun.

Sehingga, diklat ini sendiri dibiayai oleh anggota KKM yang berstatus pegawai negeri, terutama yang sertifikasi.

“Anggota kami yang membiayai diri sendiri dan kami hanya sebagai fasilitator,” jelasnya.

Jumlah guru PNS yang terdaftar ikut mencapai 53 orang PNS. Tetapi karena ada kendala sakit dan melahirkan, yang ikut kali ini hanya 49 orang saja.

“Insya Allah, kita juga akan adakan bagi guru non PNS, dan itu akan dibiayai dari dana BOS,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, Drs. Hariadi Iskandar mengapresiasi langkah KKM MIN 2 Loteng ini.

“Untuk saat ini yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan mutu pendidik kita terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat diikuti oleh KKM lainnya di Lombok Tengah karena dianggap sebagai hal yang positif. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.