Piye

Gerindra Bermanuver, Kini Mendekat ke Petahana

SuaraLombok.com | Lombok Barat - Beberapa waktu lalu, Partai Gerindra memastikan diri mengusung pasangan Nauvar Furqani Farinduan-TGH. Muammar Arafat pada Pilkada Lobar 2018 mendatang.

Bahkan, saat pra deklarasi tersebut juga dihadiri Ketua DPD Gerindra NTB H. Ridwan Hidayat dan juga Ketua DPC Gerindra Lobar H. Muhammadun.

Namun belakangan, Ketua DPC Gerindra Lobar H. Muhammadun mulai bermanuver. Setelah sebelumnya terlihat beberapa balihonya nampang dibeberapa sudut strategis Lobar, kali ini H. Muhammadun berbicara soal hasil survey bakal calon Bupati Lobar yang menurutnya bisa jadi rujukan Gerindra mengusung bakal calon Kepala Daerah.

Gerindra memang hampir final mengusung paket Farin-KTM (Kak Tuan Muammar) atau paket F-One.

Hanya saja, sampai saat ini Surat Keputusan (SK) dari DPP Gerindra belum juga keluar.

DPP Gerindra, kata dia, hingga saat ini masih melakukan penggodokan sebelum memutuskan kandidat yang didukung.

Dan informasinya pekan ini DPP kemungkinan besar memutuskan dukungan terhadap kandidat yang bertarung di Pilkada Lobar 2018 nanti.

Disampaikan H. Madun, sapaan akrab H. Muhammadun, dalam sambungan telpon dengan beberapa wartawan menyatakan, dari nama-nama kandidat yang digadang-gadang akan ikut di bursa pencalonan di Pilkada Lobar mendatang, nama petahana H. Fauzan Khalid justru disebut memiliki hasil survey tertinggi diatas 30 persen.

Diposisi ke dua ada nama TGH Hasanain Djuaini. Baru kemudian diikuti Nauvar F Farinduan dan HM Izzul Islam.

Lalu kemana arah Gerindra di Pilkada Lobar? Madun dengan tegas mengatakan bahwa Gerindra merupakan partai komando.

Artinya, para kandidat harus adu kuat melakukan lobi-lobi ditingkat DPP melalui DPC dan DPD untuk mendapatkan dukungan.

Terkait dukungan Gerindra hampir final ke paket F-One saat pra deklarasi di rumah makan Ujung Landasan beberapa waktu lalu, dia justru berdalih bahwa kedatangannya hanya sebagai undangan dalam posisi sebagai Ketua DPC Gerindra Lobar.

Dan terkait masalah usung-mengusung pada Pilkada nanti, tentu ada mekanisme dan dan tentunya bentuk dukungan riil berupa SK dukungan.

Mengenai konfrensi pers pada deklarasi dukungan yang disampaikan langsung oleh Ketua DPD Gerindra NTB H. Ridwan Hidayat dan kandidat, menurut dia itu merupakan hal biasa agar diketahui oleh masyarakat.

Namun dia menegaskan bahwa hal itu belum cukup untuk menjadi syarat untuk diusung pada Pilkada mendatang.

“Dikatakan final, belum. Kan belum ada sepucuk surat pun (SK-Red), politik kan dimanis,” kilahnya.

Ditambahkan lagi oleh Ketua Apjati NTB itu, Gerindra sendiri menggunakan jasa LSI guna melakukan survei para kandidat.

Pun dari hasil survei LSI itu, kata dia, petahana tetap diposisi tertinggi dengan perolehan menvapai 30 persen. Kemudian TGH. Hasanain sekitar 16 persen lebih, Nauvar F Farinduan 11 persen, dan terakhir H. M. Izzul Islam diposisi 6 persen lebih.

“Ini survey bulan kemarin yang dipakai Gerindra,” ujarnya seraya menegaskan bahwa dia memegang hasil survey LSI tersebut.

Dikonfirmasi terkait niatannya untuk ambil bagian pada Pilkada nanti, H. Madun mengaku tetap berusaha dan optimis.

Terlebih saat ini dirinya selaku Ketua  DPC. Terlepas nanti dirinya didukung atau tidak oleh partai, dia mengaku legowo dan menyerahkan keputusan sepenuhnya ke DPP Gerindra.

“Yang jelas kita tetap optimis bisa maju,” tutupnya kemudian. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.