Piye

Disdikbud Lotim Blokir Sertifikasi Ratusan Guru

ilustrasi uang
SuaraLombok.com | Lombok Timur - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsdikbud) Lotim memblokir tunjangan sertifikasi bagi ratusan guru dari TK hingga SMP.

Hal itu karena pihak Disdikbud menganggap bahwa para guru tersebut tidak memenuhi syarat dan belum memenuhi standar untuk mendapat tunjangan sertifikasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, L.Suandi mengatakan, guru yang diblokir sertifikasinya itu tidak memenuhi jam mengajar dalam seminggu 24 jam dan masih ada syarat lainnya yang tidak bisa terpenuhi

"Memang benar ada guru yang sertifikasinya tidak bisa dicairkan,” akunya.

Dia berkilah, pemblokiran ini merupakan sebuah pembinaan kepada guru yang dianggap tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Sementara jumlah guru di Lotim yang sudah mendapat sertifikasi mencapai sekitar 5.000 orang.

“Saya tidak tahu data persisnya, nanti minta ke bidang terkait,” katanya.

Meski saat ini dikatakan diblokir, tetapi hal itu bersifat sementara atau hanya ditunda saja.

“Pada akhirnya akan tetap dibayarkan kalau sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, pemblokiran sebenarnya dilakukan oleh pihak bank dengan cara tidak bisa dicairkan.

Sebab, uang tersebut sebenarnya sudah masuk dalam rekening guru masing-masing dan tidak bisa dikembalikan ke pusat.

"Pemblokiran dilakukan tentu ada dasarnya bukan asal blokir," ujarnya.

Ditempat terpisah pihak Bank NTB, Utami Walindra Putri mengatakan kalau pemblokiran dilakukan dengan mengacu pada perintah dinas.

“Kita tidak berani kalau tidak ada perintah dinas dan jumlahnya ratusan. Kalau lebih jelasnya silakan tanya ke Dikbud saja ya,” paparnya. (07)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.