Piye

Di KLU Ada Posyandu Ternak

Posyandu Ternak
SuaraLombok.com | KLU - Asosiasi Sarjana Membangun Desa (ASMD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bekerja sama dengan Anggota DPR -RI Fraksi Grindra dan DPD HKTI Prov.NTB menggelar posyandu ternak.

Kegiatan ini dipusatkan di Desa Santong Mulya, Kecamatan Kayangan (KLU) selama sembilan hari, terhitung 23 hingga 31 Desember 2017.

Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat khususnya peternak di KLU serta memberikan penyuluhan dan pengetahuan secara khusus tentang kesejahteraan hewan.

Ketua Bajang Patuh organisasi ASMD KLU, Samsul mengtakan, pihaknya siap membantu masyarakat Petani-Peternak untuk mentransfer pengetahuan terkait peningkatan kesehatan ternak

"Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah di bidang peternakan demi tercapainya NTB Bumi Sejuta Sapi, serta produk pangan asal hewan bisa dijamin ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal-Red)," ungkap Samsul.

Sementara, Sekdis Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan KLU, Kariadi mengungkapkan, Pemda akan memberi perhatian dan pembinaan agar lebih meningkatkan sumberdaya.

Pasalnya, sekitar 70 persen Warga Desa Santong Mulia menggantungkan hidupnya dari usaha bertani dan beternak.

Sementara itu Ketua DPD HKTI Provinsi NTB Dr.H Wilgo Zainar SE.MBA meminta kepada pemerintah agar menyalurkan pupuk dan benih kepada para petani dengan baik dan bijak.

Begitu juga kepada pihak perbankan di dalam menggulirkan pinjaman KUR ataupun Asuransi Tani agar tepat Sasaran.

“Pemerintah maupun pihak perbankan ini sangat diharapkan oleh petani,” ungkap Willgo.

Pada kesempatan itu pula Anggota fraksi Gerindra DPR- RI tersebut menyanggupi membangun satu unit kandang jepit untuk kelompok tani-ternak ‘Tunas Bayan’ yang terletak di Dusun Lokok Sutrang Desa Santong Mulia Kec. Kayangan.

"Kita juga akan menggelar pemeriksaan kesehatan terhadap 500 ekor sapi milik warga," katanya.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPRD KLU Sudirsah Sujono S.Ip. yang sekaligus Sekertaris HKTI KLU menjelaskan, di KLU terdapat banyak kelompok peternak. Bahkan hampir menembus angka 700 kelompok.

"Ada sekitar 700-an termasuk peternak sapi dan kambing,"jelasnya.

Nenurutnya, dari jumlah kelompok yang sangat banyak itu masing-masing menerima bantuan ternak maka akan sangat luar biasa.

Apa lagi di KLU merupakan daerah yang terkenal dengan daerah pariwisata.

Tentu hotel maupun restauran sangat membutuhkan daging yang banyak.

“Sebab sementara ini pasokan daging pelaku wisata kebanyakan dari luar daerah, jadi ini peluang besar,” katanya. (08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.