Piye

Akhirnya Dewan Setujui Rencana Hutang Pemda

Pansus Setujui Peminjaman Pemkab
SuaraLombok.com|Lombok Tengah - Setelah berdebat panjang dan sempat menolak, Pansus DPRD Loteng tentang rencana peminjaman Pemkab ke PT. SMI akhirnya menelurkan hasil.

Dalam sidang paripurna yang digelar pada Rabu (13/12), pansus dan segenap anggota DPRD Loteng yang hadir menyatakan persetujuannya terhadap rencana peminjaman sebesar Rp. 79, 950 Miliar itu.

Uang peminjaman itu sendiri rencananya akan digunakan untuk menata pasar Jelojok Kopang.

Jubir Pansus, M Tauhid, S.Ip menjelaskan, hasil ini merupakan hasil kajian pansus selama 6 hari kerja.

Dalam kajian itu, kata Tauhid, Pansus tidak hanya sekedar membahas di belakang meja saja, melainkan langsung meninjau lapangan.

Alhasil, dari kajian lapangan dan pembahasan yang cukup alot, diputuskan secara voting internal bahwa peminjaman itu mutlak diperlukan dengan berbagai pertimbangan.

“Pansus mengambil keputusan melalui voting tertutup, dari 21 anggota, 12 setuju dan hanya tujuh yang menolak, sisanya abstain dan tidak hadir,” bebernya.

Dikatakan, menurut Pansus, secara hukum rencana pinjaman daerah tersebut telah sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

Namun Pemda harus dengan sungguh- sungguh memperhitungkan berbagai resiko atas pinjaman tersebut.

“Seperti resiko kesinambungan fiskal daerah, resiko tingkat bunga dan lainya. Sehingga Pemda harus menggunakan anggaran tersebut tepat sasaran dan memiliki potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Meski begitu, Pansus juga memberi beberapa catatan bagi Pemda. Termasuk pemamfaatan dana tersebut tidak hanya untuk fokus dalam aspek fisik saja namun juga meliputi pembenahan manajemen.

“Sehingga pasar Jelojok diharapkan bisa menghadirkan manajemen pengelolaan pasar yang mengatur secara jelas hak dan kewajiban pedagang, tatacara pemampaatan  serta fasilitas yang tersedia dipasar harus lengkap dan bersetandar operasional pelayanan prosedur pasar,” sambungnya.

“Kami juga dari Pansus meminta kepada Pemda untuk memperhatikan aspek pemerataan pembangunan infrastruktur pasar yang lainya dengan menjadikan pasar jelojok nantinya sebagai acuan standar,” tegasnya sejurus kemudian. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.