Piye

Peringati Hari Pahlawan, Pemkab Loteng Gaungkan Hal Ini

SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Moment apel memperingati hari pahlawan yang dilakukan oleh Pemkab Loteng dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas ditetapkanya TGKH M Zainuddin Abdul Majid sebagai pahlawan nasional.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Loteng, L Fathul Bahri saat menjadi inspektur apel, Jumat lalu.

“Kita sangat bangga karena kita sudah memiliki pahlawan Nasional. Untuk itu mari kita sama-sama mengheningkan cipta atas jasa para pahlawan kita terdahulu,” ungkapnya.

Wabup yang juga membacakan sambutan Mensos, Khofifah Indar Parawangsa mengatakan, sejarah kepahlawanan menceritakan tentang semangat dan harapan yang menjadi pemantik dari berbagai heroik yang mengagumkan.

Begitu juga dengan Indonesia ketika diproklamirkan dengan keberanian dan tekad kehidupan bernegara yang sudah tertuang dalam pancasila dan Undang- Undang Dasar I945.

“Saat ini harapan akan kehidupan yang lebih baik tersebut telah ditambatkan oleh Pemerintah melalui sebuah visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun seluruh element masyarakat yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkeperibadian berlandaskan gotong royong,” ungkapnyanya membacakan sambutan.

Dalam mewujudkan visi tersebut, maka dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintah kedepan yang disebut NAWA CITA.

Dimana kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan kedalam tiga arah yakni ranah mental kultural, ranah material dan ranah Politik.

“Pada ketiga ranah tersebut, pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsif pancasila dan undang- undang dasar 1945,” tambahnya.

Selain itu disampaikan juga bahwa kalangan ulama dan sufi mengajarkan mutiara kebijaksanaan bahwa dalam membangun ketaqwaan dan hidup berkah dibawah lindungan dari Allah SWT adalah dengan mengesampingkan ego personal dan kepentingan kelompok untuk meleburkan kita dalam tarian pengabdian kepada sang khalik bersama dengan semesta alam.

“Banyak hal yang bisa kita pelajari di moment peristiwa 10 November 1945, dan inilah yang menjadi penjelasan ketika Bung Tomo meneriakan takbir yang membakar semangat juang,” ujarnya.

Ia menegaskan, momentum itu seharusnya bisa menjadi ajang untuk mengevaluasi diri terhadap pentingnya semangat juang.

“Moment hari pahlawan harus kita jadikan sebagai ajang untuk saling mengevaluasi diri terhadap begitu pentingnya semangat juang yang ada pada diri kita masing-masing,” tambahnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.