Piye

Pembangunan Kompleks Rumah Dinas Bank Mandiri Diblokir Warga

Pembangunan Kompleks Rumah Dinas Bank Mandiri Diblokir Warga
SuaraLombok.com | Mataram - Puluhan warga di Kelurahan Dasan Agung Baru, kota Mataram memblokir pintu masuk kompleks rumah dinas Bank Mandiri, pada Minggu (26/11). Pemblokiran dilakukan sebagai bentuk protes warga untuk menuntut tanggung jawab otoritas proyek atas robohnya pagar bangunan.

Ketua RT 06 Lingkungan setempat Ihsan menuturkan pagar pembatas rumah dinas Bank Mandiri yang berada di Jl. Langko nomor 112 Mataram pada Sabtu siang (25/11) diketahui telah roboh. Akibat dari robohnya pagar tersebut, tiga buah properti milik warga rusak parah.

Warga meminta agar ada
tanggung jawab dari otoritas proyek. Warga ingin otoritas proyek melakukan pembersihan puing dan mengganti rusaknya properti milik warga.

"Tembok pembatas perumahan Bank Mandiri ini roboh, ini kejadian sudah yang kedua kali, kita ingin ini selesai ini di bersihin yang rusak di ganti, ini kita menyampaikan aspirasi supaya di dengar," ujar Ihsan.

Selain itu, warga tidak ingin kejadian pagar roboh terulang kembali. Karena diakui Ihsan, di sekitar proyek tersebut terdapat akses publik berupa jalan menuju masjid. Jadi, setelah otoritas proyek bertanggung jawab sepenuhnya, maka warga juga meminta agar pagar yang rawan roboh, bisa sekalian dibongkar untuk keamanan warga.

"Ini jalan akses ke masjid, kita warga masih kuatir, jangan sampai terulang kembali," harap Ihsan.

Sementara itu warga setempat bernama Irwansyah mengaku heran dengan tahapan pembangunan rumah dinas tersebut. Karena sepengetahuan dirinya, setiap ada pembangunan baru itu ada pertemuan dengan warga sekitar untuk mendapatkan izin.

Namun untuk pembangunan rumah dinas Bank Mandiri ini, warga setempat tidak pernah di ajak untuk bertemu sebagai sosialisasi. Padahal, lokasi proyek dengan rumah Irwansyah jaraknya sangat dekat. 

"Rumah saya belakang bangunan pak, dia (otoritas proyek-red) tidak pernah minta izin mulai awal bangun, nggak ada pertemuan sama sekali saya tidak pernah di panggil," sesal H. Irwansyah.

Hingga berita ini di tulis, Suara Lombok berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada otoritas proyek. Namun saat pekerja proyek di tanya siapa penanggung jawab proyek, mereka enggan menjawab. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.