Piye

Awalnya Upacara HGN Ini Terlihat Biasa, Tapi Kelakuan Siswa Ini Justru Memicu Air Mata Guru

Awalnya Upacara HGN Ini Terlihat Biasa, Tapi Kelakuan Siswa Ini Justru Memicu Air Mata Guru
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Hari Guru Nasional (HGN) memang seharusnya menjadi hal yang istimewa bagi para guru.

Perjuangan para guru yang tanpa mengenal lelah dan terus mendidik siswa patut diapresiasi tinggi.

Di beberapa sekolah dan madrasah, upacara dilaksanakan untuk memperingati HGN ini. Tidak terkecuali di Yayasan Darul Ihsan (YaDaIh) Desa Lelong.

Guru dan siswa yang berada di yayasan yang dipimpin oleh Zulhadi MPd ini menggelar upacara HGN dengan cara yang sangat sederhana.

Upacara dilakukan seperti upacara pada biasanya. Yang membedakan, petugasnya adalah guru dan bukan siswa seperti yang dilakukan dalam upacara pada umumnya.

Namun yang terjadi kemudian bisa dikatakan menguras air mata haru.

Usai upacara, Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) YaDaIh, Suslinatin meminta waktu kepada para peserta untuk tidak langsung membubarkan diri.

Dengan diiringi tepuk tangan seluruh siswa, nasi tumpeng kuning dari beras ketan yang dihias sejumlah toping dikeluarkan ke lapangan. Hal itu adalah persembahan siswa untuk guru mereka.

Dan hebatnya lagi, acara itu tidak diketahui oleh satu orang gurupun.

Tak ayal, sejumlah guru tampak terkejut dengan kelakuan siswa ini. Bahkan, tampak beberapa orang guru menitikan air mata haru.

“Kami sengaja mensetting acara seperti ini dan tidak memberitahu guru kami satupun, barangkali bisa jadi sedikit kejutan,” ujar ketua OSIM ini.

Sebenarnya, lanjut dia, pihak OSIM merencanakan mengadakan kegiatan seperti lomba antar guru yang diinisiasi oleh siswa.

Tetapi hal itu urung dilaksanakan karena terkendala beberapa hal teknis.

“Kami sebenarnya ingin memberikan lebih tapi kemampuan kami terbatas, jadi kami memberikan sesuatu yang barangkali tampak sepele ini,” lanjutnya.

“Walauapun sepele, tapi ini bentuk cinta dan ungkapan terima kasih kami kepada guru,” tandasnya.

Sementara Ketua Yayasan YaDaIh, Zulhadi MPd yang juga menjadi Kepala MA di yayasan ini mengaku terkejut dan tidak menyangka akan ada acara semacam itu yang diinisiasi oleh siswa.

“Jujur kami tidak menyangka, kami terkejut sekaligus haru dan bangga,” ungkapnya.

Menurutnya, yang dilakukan siswa ini tidak bisa dinilai dari materi semata. Meski tampak sederhana, tetapi itu merupakan bentuk rasa kasih sayang dari siswa ke guru.

“Saya mewakili semua dewan guru dan staf yang ada di Yayasan ini mengucapkan terima kasih,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.