Piye

AMAPETRA Duga Bantuan Kapal Nelayan Dompu Bermasalah

AMAPETRA Duga Bantuan Kapal Nelayan Dompu Bermasalah
SuaraLombok.com | Mataram - Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi (AMAPETRA) menduga bantuan kapal fiber dari pemerintah untuk para nelayan di Kabupaten Dompu bermasalah. Dugaan tersebut mencuat saat AMAPETRA melakukan unjukrasa di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB pada Kamis (9/11).

Saat aksi, massa dengan Korlap Ilham membeberkan permasalahan menyangkut bantuan kapal nelayan Dompu. Menurut Ilham, Kapal Jenis Inkamina 395 dengan kapasitas 30 gross tonase (GT) bantuan dari Kementerian PDT tahun 2014 sebagian tidak beroperasi di wilayah Kabupaten Dompu. Kapal yang diberikan kepada salah satu kelompok di Kecamatan Kilo itu diduga tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Bahkan dimanfaatkan oleh warga di luar wilayah Dompu.

"Adanya sejumlah bantuan itu seharusnya untuk kepentingan kelompok penerima manfaat bagi masyarakat nelayan khususnya di pesisir pantai di Kilo. Namun sayangnya, kapal itu malah beroperasi di wilayah perairan lain. " ujar Ilham.

Selain itu, massa juga menyebut bantuan kapal yang diberikan pemerintah itu bentuknya hibah, bukan dengan transaksi jual beli. Akan tetapi, hampir semua bantuan bot fiber dan mesin bot penangkap ikan tidak pernah diberikan secara gratis oleh KCD Perikanan Kecamatan Kilo. Bahkan bantuan tersebut di jual kepada para nelayan yang notabennya hanya masyarakat miskin.

"Pernyataan masyarakat Kilo diatas materai 6 ribu saudara M. Yanto bahwa kapal yang digunakan untuk pergi melaut tersebut di dapat dari hasil penjualan UPTD kecamatan Kilo." katanya.

Atas dasar permaslahan tersebut, AMAPETRA menuntut diantaranya, agar aparat penegak hukum segera mengaudit dan menginvestigasi terkait pejualan bantuan pemerintah tesebut. Mencopot jabatan KCD Petikan Kecamatan Kilo, karena diduga telah menjual asset negara. Dan meminta kepada Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB untuk segera memanggil pihak terkait.

"Ungkap dan adili oknum mafia di Dinas Perikanan Kabupaten Dompu," ujarnya.

Setelah berorasi, akhirnya perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim menemui massa. Muslim mengatakan bahwa saat ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB sedang tidak berada di kantor. Jika ingin berdialog, massa bisa kembali lagi pekan depan.

"Kepala dinas tidak ada, kemungkinan hari Jumat atau Senin depan baru ada," ujar Muslim.

Setelah mendapat penjelasan, akhirnya massa membubarkan diri. Namun sebelum membubarkan diri, massa menegaskan akan datang kembali Senin depan untuk meminta penjelasan kepada Kepala Dinas terkait soal tersebut.

"Senin depan kita aksi sekaligus mau audiensi dengan Kepala Dinas. Kita siapkan dulu," tegas Ilham. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.