Piye

Wisatawan di Bali Ikut Hijrah

Wisatawan di Bali Ikut Hijrah
SuaraLombok.com | Mataram - Meletusnya Gunung Agung nyatanya tidak hanya menyebabkan lonjakan para pengungsi di Lombok, namun juga mendatangkan para wisatawan hingga menyebabkan terjadinya lonjakan kunjungan wisata di NTB.

Sejak status Gunung Agung sebulan terakhir hingga kini berada pada level awas, menjadikan para wisatawan baik wisatawan nusantara maupun asing memutuskan hijrah ke Lombok.

Baca juga :

Letak antara Pulau Lombok dengan Pulau Bali yang tidak jauh, dan sama-sama merupakan daerah parawisata, menyebabkan wisatawan memutuskan untuk beralih ke Lombok.

"Kita secara geografis paling dekat dengan Bali, varian destinasi kita tidak jauh dengan Bali, ketika request wisatawan ke Bali dengan destinasi yang ada di Bali, maka ketika dia pergi karena kasus Gunung Agung, pasti pilihan mereka ke Lombok," ungkap Kepala Dinas Parawisata Provinsi NTB, L. M. Faozal, saat ditemui di Mataram (9/10).

Bahkan diperkirakan, sekitar 60 ribu wisatawan akan beralih ke Lombok. Selain alasan menyelematkan diri lebih awal, destinasi wisata Lombok yang tak kalah menarik juga menjadi daya tarik bagi mereka.

Menyikapi lonjakan wisatawan tersebut, Faozal menyatakan siap menyambut dengan segala kesiapan akomodasi dan infrastruktur yang ada di NTB khususnya Lombok.

"Secara modal juga kita pasti siap. Kapal fery itu hampir setiap jam beroperasi untuk wisatawan kalau ke sini, fastboat kita ada 28 sehari, dan Flight kita ada 8 dari Bali. Secara aminitas jumlah room hotel kita juga siap dan saya kira cukup, resort 5.800 room. Mau 60 ribu bahkan 100 ribu wisatawan, kita siap," cetusnya.

Faozal menegaskan, Lombok siap jika terjadi eksodus wisatawan dari Bali ke Lombok.

Saat ini, sambungnya, berdasarkan data BPS NTB bahwa tahun 2016-2017 terjadi peningkatan wisatawan sebanyak 38 persen dan data kunjungan wisatawan sudah mencapai 80 persen dari target kunjungan yaitu sebanyak 4 juta wisatawan sampai tahun 2018 mendatang. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.