Piye

Wajib Tau! Ternyata Penyakit Ini yang Membuat Angka Kematian Bayi Tinggi di NTB

Wajib Tau! Ternyata Penyakit Ini yang Membuat Angka Kematian Bayi Tinggi di NTB
SuaraLombok.com | Mataram - Tercatat, Provinsi NTB sebagai daerah dengan kematian balita tertinggi se Indonesia.

Hal itu ternyata diakibatkan penyakit Pneumonia atau penyakit gangguan pernafasan akibat bakteri.

Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan, setiap tahunnya sebanyak 16 persen dari total kematian balita di dunia dikarenakan pneumonia atau sebanyak dua balita permenit.

Dari total persentase itu, 3,55 persen kematian balita akibat pneumonia terjadi di Indonesia.

"Angka perkiraan kasus tertinggi dari akibat Pneumonia itu terjadi di NTB yaitu mencapai 6,38 persen," ujar Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan dalam kegiatan Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi, di Mataram pada Senin (2/10).

Oscar menjelaskan, Pneumonia ini disebabkan karena bakteri Streptococcus Pneumoniae dan bakteri Haemophilus Influenze tipe B atau Hib.

Bakteri tersebut mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Penyakit ini bisa didahului oleh infeksi hidung & tenggorokan lalu menyerang ke paru-paru beberapa hari setelahnya.

Untuk mencegah terjangkitnya penyakit tersebut kepada bayi, kementerian kesehatan mengeluarkan kebijakan pemberian imunisasi Pneumokokus konyugasi (PCV). Rencananya pemberian imunisasi ini akan dilakukan secara bertahap.

"Dimulai pada bulan Oktober 2017 di dua Kabupaten yaitu Lombok Barat dan Lombok Timur," katanya.

Imunisasi atau pemberian vaksin ini akan digelar di beberapa fasilitas pelayanan kesehatan seperti posyandu, puskesmas rumah sakit, klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Oscar menambahkan, Vaksin PCV, DPT-HB-Hib dan OPV tersebut akan diberikan secara gratis dan telah direkomendasikan oleh WHO serta lulus uji BPOM.

Selain itu juga sudah mendapatkan sertifikat halal badan penilai dan penerbit sertifikasi halal IFANCA.

"IFANCA telah bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk sertifikasi halalnya," tutup oscar. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.