Piye

Waduh! Sembilan Ribu Warga di NTB Gangguan Jiwa

SuaraLombok.com | Mataram - Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma mencatat hampir sepuluh ribu orang di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami masalah gangguang jiwa berat.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSJ Mutiara Sukma, Dr. Elly Rosila Wijaya saat di temui di Mataram, Selasa (10/10).

Elly mengungkapkan berdasarkan data tahun 2016 tercatat sebanyak 9.800 orang dengan masalah gangguan jiwa berat yang disebabkan berbagai faktor.

"Seseorang depresi, setres bisa dikarenakan masalah ekonomi, lingkungan, adanya bullying, beban kerja dan lainnya. Gangguan jiwa itu orang sudah mengalami gangguan dalam pikiran, perasaannya, gejalanya orang tersebut akan merasa menderita hidupnya," jelas Elly.

Dari jumlah tersebut ratusan orang diantaranya masih mengalami diskriminasi dan pernah mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.

Tercatat sebanyak 571 jiwa atau sekitar 14,3 persen pernah mendapatkan perlakuan tidak manusiawi seperti pemasungan dan dikurung oleh keluarga mereka karena berbagai alasan.

"Ketika dilepas, banyak sekali problem ternyata setelah di lapangan, salah satunya tidak diizinkan oleh keluarga karena kalau dilepas ngamuk, dan luar biasa kerusakannya baik dalam keluarga juga masyarakat. Ada juga kasusunya yang menyakiti orang lain ada yang pernah membunuh dan menyakiti masyarakat disana," ungkapnya.

Selain itu, tidak sedikit orang yang mengalami gangguan jiwa ringan. Berdasarkan data pusat pelayanan medis RSJ, 150 hingga 200 orang dewasa perhari datang untuk berkonsultasi dan melakukan pelayanan medis lainnya.

"Kalau yang dewasa perhari 150 sampai 200 pasien yang konsultasi," bebernya.

Tak henti pada kasus orang dewasa, nyatanya dari jumlah tersebut, tidak sedikit anak-anak juga mengalami masalah kejiwaan.

Elly mengungkapkan bahwa dalam sehari sekitar 30 sampai 50 orang tua yang datang mengkonsultasikan anaknya, dengan beragam permasalahan yang dialami.

"Banyak anak-anak depresi, anak-anak autis, anak-anak yang gangguan belajar gangguan perkembangan, hiperaktif. Masalah anak-anak itu banyak," sambung Elly.

Masalah kejiwaan yang dialami seorang anak tidak berkaitan dengan karakter diri anak itu sendiri. Namun berkaitan dengan perkembangannya.

"Bukan masalah karakter. Tapi karena mereka ada gangguan perkembangan," jelas dia.

Pada klinik jiwa anak, dokter melakukan penanganan dengan membimbing baik pada anak yang berisiko maupun anak yang sudah mengalami masalah kejiwaan.

Dengan pembimbingan khusus agar mereka tumbuh menuju standar normal dan mengupayakan pengurangan resiko untuk menjadi lebih berat.

Untuk meminimalisir banyaknya warga NTB yang mengalami gangguan dan masalah kejiwaan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan puskesmas yang tersebar di seluruh NTB.

"Dari pihak puskesmas tetap melakukan home visit, mereka (pasien-red) diberikan pengobatan secara rutin, diberikan obat secara rutin melalui keluarganya, diberikan suntikan secara berkala sebulan sekali," tutupnya. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.