Piye

Sumbang Bibit Pohon dan Mushaf, Wartawan Toak Lepas Puluhan Ribu Benih Ikan di Embung Sekotong

Sumbang Bibit Pohon dan Mushaf, Wartawan Toak Lepas Puluhan Ribu Benih Ikan di Embung Sekotong
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Wartawan Toak bersama para pegiat komunikasi serta pihak terkait yang tergabung dalam Gerakan Sejuta Bibit Ikan (GSBI) melepas bibit ikan di Embung Telaga Lebur Sekotong. Pelepasan kali kedua ini, disertai dengan penyerahan Mushaf al-quran dari pihak Gerakan Sejuta Al-quran (GSA) dan bibit pohon delima yang saat ini langka. GBSI sendiri telah menebar bibt ikan sebanyak 713 ribu di 76 lokasi se pulau Lombok.

Gerakan sejuta bibit ikan yang diinsiasi oleh komunitas wartawan Toak yang tergabung dalam GSBI bersama pegiat komunikasi NTB, para tokoh dan pejabat di NTB. Gerakan ini pun mengundang simpati dari seluruh lapisan masyarakat, mulai kalangan muda-mudi, pelajar, masyarakat biasa hingga kalangan pejabat. Mereka bahkan menyumbang untuk mensuport gerakan ini. Wartawan senior Bochri Rachman usai melepas 20 ribu bibit ikan di embung telaha Lebur desa sekotong tengah Kecamatan Sekotong, Minggu (9/10) kemarin menyatakan, hingga saat ini gerakan sejuta bibit ikan yang diinsiasi wartawan Toak bersama pihak terkait telah menebar 713 ribu bibit. “Kami telah menebar 713 ribu bibit ikan di 76 lokasi se pulau Lombok, tersisa 200 ribu lebih hingga Desember insyallah bisa tercapai 1 juta,”jelas Bochri. Ikut pada pennebaran ikan kali ini, Ketua Koni NTB Andy Hadianto.

Dijelaskan, Penebaran bibit kali ini sebanyak 20 ribu ekor ikan. Sebelumnya, pihak GSBI menebar 7 ribu bibit di lokasi yang sama sehingga total yang disebar di embung ini saja mencapai 27 ribu. Selain menebar bibit ikan, pihaknya bersama Gerakan Sejuta Al-quran menyerahkan Mushaf al-quran sebabyak 22 buah dan 22 bibit pohon delima. Para donatur dalam kegiatan ini jelasnya, para pejabat di provinsi NTB dan pihak terkait lainya. Lokasi pelepasan ikan selanjutnya bakal diadakan di janeprie loteng. Ia menambahkan, Gerakan ini dilatarbelakangi keperdulian dan perhatian terhadap lingkungan khususnya keberadaan ikan. Jangka panjangnya, daerah yang menjadi lokasi pelepasan ikan bisa terjaga eksistemnya. Sebab masyarakat paling tidak menjaga sungai dan embung dimana lokasi ikan dilepas. Selain itu ada gerakan kemanusiaan, karena masyarakat bisa mengkonsumsinya. Dari segi ekonomi, masyarakat gampang mendapatkan ikan. Sehingga tidak lagi masyarakat kekurangan untuk mencari tamabahan penghasilan. Kedepan, gerakan ini tak hanya di lombok namun diarahkan ke pulau sumbawa. Namun tahap awal ini, dilaksanakan di daerah Lombok. 

Ketua Koni NTB Andi Handianto menambahkan bahwa pihaknya sangat tertarik dengan kegiatan ini. Pihaknya tak pernah menemukan organisasi semacam ini, dimana ada kekuatan tekad luar biasa. “Saya tertarik bergabung karena ada kekuatan tekad yang luar biasa yang dimiliki di gerakan ini,”jelas Andi. Ia berharap semangat ini terus dijaga. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.