Piye

Siapa Sangka Imam Masjid Haram Ini Bakal Hadir di Rangkaian HUT Loteng

Siapa Sangka Imam Masjid Haram Ini Bakal Hadir di Rangkaian HUT Loteng
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Salah satu rangkaian HUT Loteng adalah menggelar tabligh akbar.

Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan pada Jumat (13/10) mendatang di Masjid Agung Lombok Tengah.

Tapi siapa sangka, rencana mendatangkan Imam besar Masjidil Haram, Syeikh Abdurahman Al-Ausy bakal terwujud.

Padahal sebelumnya sempat ada keraguan di sejumlah kalangan karena menurut pendapat mereka akan sangat sulit mendatangkan seorang imam masjid haram.

Jangankan sekaliber pemerintah kabupaten, bahkan pemerintah provinsi saja dikabarkan sempat kualahan mendatangkan sang imam.

Tapi keraguan itu akhirnya terjawab setelah Pemkab Loteng melalui Kabag Humas, HL Herdan memastikan kedatangan sang imam.

Dalam konfrensi persnya, Herdan mengatakan kehadiran Imam sudah dikonfirmasi bahkan sudah disiapkan tiket serta tempat penginapan.

“Beliau dijadwal sampai di Lombok pada pukul 21.00 Wita hari Kamis (12/10) itu, dan beliau dijadwalkan menginap di Sempiak,” jelas Herdan.

Tidak hanya Syeikh Abdurahman Al-Ausy, Ustaz kondang tanah air, Yusuf Mansur juga dijadwal akan hadir dalam kegiatan istigosah dan tablig akbar itu.

“Ustaz Yusuf Mansur juga sudah kita konfirmasi dan Insya Allah hadir,” lanjut dia.

Terkait rangkaian acara, Herdan mengemukakan jika rangkaian akan dimulai pada pukul 08.00 Wita yang diawali dengan khataman Quran bersama 1.500 siswa se Lombok Tengah.

“Kebetulan, data siswa-siswi kita yang akan ikut khataman sudah ada di kita. Jumlahnya 1.500 orang yang kebetulan mereka adalah siswa yang sudah khatam Quran di sekolah masing-masing melalui program wajib membaca quran 15 menit sebelum belajar,” jelasnya panjang lebar.

Imam Masjid Haram dan Ustaz Yusuf Mansur dijadwal akan menyimak bacaan para siswa.

“Nanti beliau akan jadi Imam shalat Jumat dan Ustaz Yusuf jadi khatib juga,” sambungnya.

Herdan mengimbau kepada masyarakat untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan ini. Sebab, hal ini dianggap sangat bermanfaat bagi perbaikan moral dan amal.

“Kebetulan pak Bupati sudah instruksikan agar ASN itikaf (Berdiam diri sampai menginap-Red) di Masjid selama dua malam, karena kegiatannya sampai dua hari dua malam,” tandasnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.