Piye

Rawan Gempa, Pelajar SD Di KLU Dibekali Teknik Hadapi Bencana

Rawan Gempa, Pelajar SD Di KLU Dibekali Teknik Hadapi Bencana
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Berkaca pada pengalaman wilayah KLU yang rentan terjadi gempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara (BPBD KLU) menggelar simulasi bencana di sejumlah sekolah di Lombok Utara. Hal tersebut digelar dalam rangka mengurangi dampak resiko bencana pada saat terjadi.

"Kita menggelar simulasi di empat sekolah dasar (SD) seperti SD Bayan, Tanjung, Kayangan, serta LSBN dan Ponpes AL Hikmah Malaka. Selanjutnya akan dilaksanakan di SMAN 2 Bayan pekan depan,"ungkap Kepala BPBD Lombok Utara, Iwan Maret Asmara baru ini.

Dijelaskannya, simulasi ini dalam rangka membangun mental masyarakat sejak dini tentang kebencanaan. Pasalnya, merujuk dari pengalaman tahun 1981 bencana gempa bumi cukup banyak menalan korban dan gempa bumi yang terjadi tahun 2013 lalu cukup banyak mengakibatkan kerugian bagi warga.

Mengantisipasi hal itu, kata Iwan, BPBD Lombok Utara memberikan pembekalan sekaligus melakukan simulasi bagi masyarakat sejak dini dengan melibatkan anak-anak sekolah. Termasuk juga melibatkan Puskesmas di wilayah setempat.

Menurut Iwan, anak-anak sekolah mendapat pembekalan sekaligus simulasi bentuk tindakan ketika terjadi bencana. Agar pada saat bencana terjadi tidak muncul kepanikan yang dapat menimbulkan korban.

"Kita tidak tahu kapan bencana terjadi. Untuk itu, kita membangun kewaspadaan. Berbeda dengan bencana seperti longsor, banjir yang bisa kita prediksi sebelumnya dengan standar pengamanan yang harus dilakukan,"jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan memaparkan Lombok Utara memilki Topografi dengan jalur lempeng bumi. Masyarakat di wilayah Tanjung, pemenang, Gangga dan Kayangan sudah cukup berpengalaman. Namun semua pengalaman sangat penting menjadi pelajaran karena pada prinsipnya dapat mengurangi resiko bencana. Untuk itu sejak dini di antisipasi dengan memperbanyak memberikan pembekalan pada anak-anak sekolah.

"Ketika bencana terjdi tidak ada yang akan menolong kecuali diri sendiri. Dengan harapan Menghindari adanya korban jiwa,"Terangnya.

Pemda juga dalam hal ini sangat mendukung upaya pengurangan resiko bencana ini dengan dukungan berupa anggaran maupun antisipasi awal sudah dilakukan.

"Anggaran APBD murni nanti akan direncanakan program kapasitas peningkatan peran masyarakat,"tandasnya. (Cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.