Piye

Puluhan Bayi Akhirnya Terima Vaksin Pneumonia

Puluhan Bayi Akhirnya Terima Vaksin Pneumonia
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Pencanangan Program Demonstrasi imunisasi Pneumokokus Konyugasi pertama di Indonesia dilakukan di Provinsi NTB.

Seremoni pencanangkan program dilakukan Selasa (3/10) di Puskesmas Gunungsari, Lombok Barat dan dihadiri Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Mohammad Subuh, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, Kepala Dinas Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, serta perwakilan World Health Organization (WHO), Unicef dan Clinton Health Access Initiative (CHAI).

Dalam kegaitan tersebut sekitar 80 Bayi usia dua hingga tiga bulan asal Lombok Barat telah diberikan Pneumococcal Vaccine (PCV).

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi selaku ketua panitia kegiatan tersebut dalam sambutannya menyampaikan, Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian bayi dan balita tertinggi di dunia.

Khususnya di Indonesia, NTB menjadi daerah dengan angka tertinggi kematian bayi yang disebabkan Pneumonia.

Oleh karenanya, demonstrasi program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka pencegahan penyakit dan meminimalisir angka kematian bayi yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan kuman pneumokokus itu pertama kali dilakukan di NTB.

“Di NTB sekitar 89 orang meninggal tahun 2016 karena pneumonia, yang meninggal sebagian besar bayi, itulah sebabnya perlunya imunisasi, karena tingkat keparahannya tidak butuh waktu lama, dua hari sudah parah, kalau memang kena emang cepet parahnya," ungkap Eka.

Pemberian imunisasi ini dalam upaya pemberian kekebalan tubuh pada bayi dan balita.

Dengan diadakan kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa mengtahui program pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat.

"Kita harapkan masyarakat mengetahui dan memahani pemberian vaksin ini tujuannya dalam rangka memberikan perlindungan terhadap penyakit pneuomonia di NTB," ujarnya.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB akan berupaya maksimal mendukung program imunisasi PCV di Lombok Barat dan Lombok Timur. Hal ini juga selaras dengan kebijakan daerah untuk sektor kesehatan.

"Selain itu imunisasi ini menjadi bagian penting untuk mendukung program generasi emas 2025 mendatang. Pemprov akan bersinergi dan mendukung program ini," katanya.

Menurut Dirjen P2P Kemenkes RI, Mohammad Subuh, provinsi NTB dipilih menjadi lokasi demontrasi atau pilot project imunisasi PCV ini bukan semata karena kasus pneumonia masih cukup tinggi di NTB. Namun, juga karena NTB merupakan daerah pionir yang sudah pernah sukses sebagai pilot project imunisasi hepatitis di tahun 2000, dan imunisasi Hib di tahun 2013.

"Imunisasi hepatitis dan Hib yang juga pilot projectnya di NTB saat ini sudah dijadikan program nasional. PCV ini diharapkan juga bisa sukses. NTB dipilih karena NTB memang jadi pionir dalam imunisasi. Tolak ukur Indonesia ada di keberhasilan di NTB," kata dia.

Subuh mengatakan, secara nasional imunisasi menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit bagi masyarakat di suatu negara. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.