Piye

Perank NTB Sikapi Soal Cetak Sawah Baru 2016

Perank NTB Sikapi Soal Cetak Sawah Baru 2016
SuaraLombok.com | Mataram - Massa Persatuan Rakyat Anti Korupsi (Perank NTB) berunjukrasa ke Dinas Pertanian dan DPRD Provinsi NTB. Massa dengan koordinator Triping ini menyoal program cetak sawah baru di NTB tahun anggaran 2016.

Dalam orasi massa menduga Zeni TNI AD melanggar perjanjian kontrak dengan mitra kerja. Dan massa juga menduga Dinas Pertanian NTB melakukan konspirasi jahat untuk meraup keuntungan dari program Kementerian Pertanian ini.

"Zeni TNI AD melanggar perjanjian kontrak dengan mitra kerja dan Dinas Pertanian di duga melakukan konspirasi busuk untuk meraup keuntungan dari percetakan sawah baru TA 2016, maka dengan ini kami hadir untuk meminta kejelasan," ungkap Triping pada Senin (16/10).

Menurut Triping, pembayaran pekerjaan Cetak Sawah Baru TA 2016 yang ditransaksi oleh ZENI TNI AD kepada mitra kerjanya dinilai tidak sesuai dengan kontrak yang seharusnya dibayar 9 jt/Ha tapi yang dibayar hanya 8 jt/Ha di Pulau Lombok dan 8,5 jt/Ha di Pulau Sumbawa.

"Sesuai dengan kontrak kerja yang di sepakati bahwasanya dalam proses pelaksanaan percetakan sawah baru tersebut itu sudah di sepakati 9 juta tapi realita yang terjadi di lapangan bahwa proses pembayaran tidak sesuai dengan kesepakatan tersebut, sementara yang ada di pulau Sumbawa saudara -saudaraku hanya di bayar dengan delapan juta lima ratus sampai ada yang di pulau Lombok hanya di bayar delapan juta," ujarnya.

Padahal menurut massa, anggaran untuk pengerjaan program Cetak Sawah Baru TA 2016 itu adalah 15 juta perhektar dari pusat. Namun di NTB hanya rata-rata dialokasikan sebesar 9 juta per hektar.  

"Anggaran pusat itu lima belas juta rupiah, tapi nyatanya Dinas Pertanian selaku penguasa anggaran tidak merealisasikan sesuai kesepakatan tersebut," tambahnya.

Beberapa kali mitra kerja memasukkan surat kepada Dinas Pertanian Provinsi NTB untuk segera menyikapi dan menyelesaikan persoalan ini, akan tetapi Dinas Pertanian Provinsi NTB tidak pernah merespon surat tersebut. Sehingga Perank NTB menduga Dinas Pertanian Provinsi NTB (selaku Pengawas Dan KPA) telah melakukan konspirasi politik dengan Zeni TNI AD (Pelaksana).

Berkaca dari persoalan tersebut, Perank NTB mengecam dan mendesak
1. Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB agar segera menyelesaikan persoalan ini karna ini sangat merugikan mitra kerja.
2. Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB agar segera memanggil Direktur Zeni TNI AD untuk segera melunasi Sisa Pembayaran Anggaran Cetak Sawah Baru TA 2016 NTB.
3. Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB agar segera mundur dari jabatannya.
4. Ketua DPRD Prov. NTB agar segera memanggil kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB terkait proyek cetak sawah baru di NTB.
5. Anggota DPRD Provinsi NTB agar serius menangani Aspirasi terhadap permasalahan yang terjadi di Dinas Pertanian Provinsi NTB.

Sementara itu Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaida saat menemui massa mengatakan bahwa aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan mengundang pihak Dinas Pertanian NTB untuk komunikasi. Setelah komunikasi dilakukan, maka hasilnya akan disampaikan kepada massa Perank NTB.

"Terimakasih atas kehadiran adik-adik semua dalam menyampaikan aspirasi, akan kami sampaikan segera dan komunikasi kan dengan Dinas Pertanian, besok Rabu pukul 10.00 WITA perwakilan massa bisa ketemu," terangnya. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.