Piye

Pengungsi Gunung Agung jadi Atensi Pemprov NTB

Pengungsi Gunung Agung jadi Atensi Pemprov NTB
SuaraLombok.com | Mataram - Semakin meningkatnya jumlah pengungsi Gunung Agung menjadi atensi tersendiri bagi Pemprov NTB.

Hal ini juga yang mendasari Pemprov mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder terkait, pada Jumat (6/10).

Rapat tersebut membahas tentang penanganan pengungsi Gunung Agung Bali yang kini mencapai 500 jiwa bahkan lebih.

Wakil Gubernur NTB, HM Amin manyatakan, Pemprov meminta kepada seluruh stakeholder terkait untuk memperhatikan para pengungsi yang berada di Lombok, meskipun hampir seluruhnya kini sudah tinggal di rumah keluarga mereka masing-masing.

“Saya minta kepada instansi terkait untuk memastikan para pengungsi dapat perlakukan baik dan memenuhi kebutuhannya. Kita bangsa Indonesia apalagi ini tetangga kita. Ini kan rasa peduli kita kepada sauadara-saudara kita yang mengungsi,” ungkapnya.

Meski belum terjadi erupsi, lanjut Amin, nyatanya sudah begitu banyak penduduk Bali yang mengungsi.

Diperkirakan jumlah pengungsi akan terus bertambah seiring dengan status Gunung Agung yang hingga saat ini masih level awas.

Oleh karenanya, Pemerintah NTB menginisiasi untuk melaksanakan rapat awal dan mempersiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan, yang nantinya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Bali.

“Inilah yang harus kita persiapkan dengan baik,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum, saat ditemui usai rapat menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi, Pemerintah Provinsi NTB menyatakan siap membantu para pengungsi selama mengungsi di Lombok.

Bantuan yang akan dipersiapkan nantinya mulai dari sembako, pelayanan kesehatan, dan pendidikan bagi pengungsi usia sekolah, serta menyiapkan posko pengungsi.

“Intinya, kita ikut berduka sehingga kita melaksanakan rapat lebih awal untuk persiapan, dan juga yang harus kita lakukan bagaimana mereka selama di sini dalam kondisi sehat meski mereka secara mandiri, tidak di posko,” kata Rum.

Rum menjelaskan, pelayanan kesehatan bagi para pengungsi tidak dipungut biaya seperserpun.

Hanya saja untuk mendapatkan pelayanan tersebut, para pengungsi sebelumnya harus melaporkan pada instansi terkait untuk mendapatkan surat rekomendasi.

“Semua pengungsi dapat berobat gratis di RS Provinsi tapi didahului di Puskesmas, nanti ada surat pengantar pengungsi dari Dinas Sosial setempat,” lanjutnya.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan telah memiliki cadangan beras 150 ton yang nantinya akan diberikan pada para pengungsi atas persetujuan Gubernur NTB.

“Itu bisa dikeluarkan bagi pengungsi jika keluarganya tidak mampu. Tapi harus melalui surat Gubernur yang kita juga siapkan suratnya. Semua bantuan pelayanan gratis,” tukasnya.

Tak hanya itu, Rum menambahkan bahwa pengungsi juga diberikan bantuan transportasi gratis apabila ingin kembali ke daerah mereka.

“Pengungsi yang ingin pulang juga kita siapkan transportasi gratis untuk menyebrang, tapi nanti diberikan surat rekomendasi penyebrangan gratis lewat Dishub,” tutupnya.

Selain untuk kepentingan pengungsi, saat itu stakeholder yang hadir juga merumuskan struktur penanganan bagi Pemerintah NTB untuk menghadapi kemungkinan dampak lain yang ditimbulkan jika terjadi erupsi gunung agung. (cr-04)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.