Piye

Pembangunan Villa Disebut Sebagai Biang Banjir

SuaraLombok.com | Lombok Barat - Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir berdampak pada aktivitas pariwisata di NTB.

Ikon wisata Lombok Barat (Lobar), Senggigi misalnya, sangat merasakan dampak dari periode musim hujan yang sedikit melenceng dari prediksi BMKG ini.

Pelaku usaha, baik itu wisatawan maupun pemilik hotel mengeluhkan genangan air yang turut serta membawa sampah hingga lingkungan hotel.

Pembangunan villa di perbukitan disinyalir menjadi penyebabnya.

“Karena pembanguna villa-villa tidak terkontrol akhirnya menyebabkan banjir. Misalnya di depan Jayakarta. Kita lakukan pemeriksaan, sampah yang ada bukan dari area hotel. Tapi dari hilir atau tempat-tempat umum yang kurang terkontrol,” ujar Kapolsek Senggigi, Wendy dalam forum diskusi yang mempertemukan bupati dan jajaran SKPD Lobar dengan General Manager (GM) hotel se-Lobar di Hotel Killa Senggigi, Rabu (11/10).

Dalam diskusi itu, para GM hotel berkesempatan menyampaikan keluhannya secara langsung di hadapan bupati dan SKPD terkait.

Kawasan Senggigi yang merupakan kawasan lintas kewenangan juga menjadi penghambat penanganan banjir. Persoalan gorong-gorong misalnya, kewenangan ada di balai sungai.

“Sampah yang ada bukan dari situ, tapi dari atas jalan, perkampungan dan lainnya. Ini harus kita normalisasi, termasuk saluran pinggir jalan harus ada. Itu balai jalan punya kewenangan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lobar, Made Artadana.

Sementara Kepala BPBD Lobar, H. Najib pun mengeluhkan koordinasi lintas kewenangan.

“Persoalan berkeberatan pada balai jalan. Untuk membersihkan gorong-gorong, yang dipermasalahkan balai jalan adalah masalah masyarakat, gorong-gorong katanya masih aman. Padahal menurut kami kondisinya sudah parah,” kata Najib.

Menanggapi hal itu, Bupati H. Fauzan Khalid menginstruksikan Dinas PU untuk segera membuat Sodetan sebagai solusi jangka pendek penanganan banjir.

“Untuk jangka panjang, segera lakukan rapat kerja untuk perencanaan. Berapapun biayanya kita kerjakan. Koordinasikan dengan provinsi, termasuk balai sungan dan balai jalan untuk sama-sama saling bantu,” perintah bupati.

Terkait pembangunan villa di perbukitan, bupati dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan dengan turun secara langsung. Villa-villa yang ada diduga menyalahi ijin yang diberikan. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.