Piye

Pekerja Asing Dominasi Tiga Gili KLU Untung Besar

Pekerja Asing Dominasi Tiga Gili KLU Untung Besar
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Sebagai wilayah yang memiliki kawasan wisata tiga gili yang tersohor hingga ke mancanegara, Kabupaten Lombok Utara (KLU) ibarat magnet yang membuat Warga Negara Asing (WNA) banyak meliriknya sebagai tempat potensial untuk mencoba peruntungan dengan menjadi tenaga kerja asing.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Suara Lombok, saat ini tercatat sekitar 147 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten termuda di NTB ini. Adapun rinciannya, yang menjadi penyumbang terbanyak WNA asal Inggris yakni sekitar 31 orang di susul Perancis 24 orang, Italia 16 orang, Jerman 9 orang , Amerika 6 orang, Irlandia dan Belanda 5 orang, Spanyol 4 orang, India dan Swiss 3 orang, Jepang 2 orang dan masih banyak lagi.

"Ya benar memang yang mendominasi TKA di KLU ialah WNA asal Inggris sebanyak 31 orang, yang lainnya di bawah itu," ungkap kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui Kasi Penempatan Tenaga kerja dan Transmigrasi Bambang siswanto pada Senin (2/10).

Dikatakannya, di kecamatan Pemenang khususnya tiga gili memang paling banyak di jadikan lokasi untuk mencari nafkah oleh para WNA.

"Mereka mayoritas memiliki jabatan tertentu, misalnya owner, general manager, atau instruktur diving ," ujar Bambang.

Menurut data di atas lanjut dia, merupakan pendataan yang di lakukan dari tahun 2016 lalu yang di ketahui tercatat 147 pekerja, sedangkan pada tahun ini, merujuk pada pekerja asing yang memperpanjang izin ke daerah, baru sekitar 123 orang, karena para perkerja menggunakan sistem kontrak yang notabene kesepakatannya telah tuntas mereka akan kembali lagi ke negaranya.

"Kontraknya bervariasi, ada yang setahun, ada pula yang tiga tahun, dan yang melakukan perpanjangan tahun ini, itu sifatnya fleksibel ," jelasnya.

Lebih jauh Bambang menuturkan, keberadaan pekerjaan asing di KLU justru berdampak positif dari sisi pendapatan daerah, sebab ketika para WNA ini mengusulkan surat izin perpanjangan satu orang di kenakan biaya sebesar $1,200 atau sekitar Rp. 15 juta lebih berdasarkan regulasi yang di perjelas melalui peraturan daerah (Perda).

"Tahun lalu PAD kita dari Izin mempekerjakan TKA ini (IMTA), sebesar Rp. 1,8 milyar lalu yang teralisasi sekitar 2 milyar, sementara pada tahun ini dari target Rp. 2 M telah teralisiasi sekitar Rp. 1,9 Milyar," paparnya. (Cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.