Piye

Ngeri! Kurir Narkoba Antar Daerah Ketahuan Sembunyikan Sabu di ‘Anu’-nya

Ngeri! Kurir Narkoba Antar Daerah Ketahuan Sembunyikan Sabu di ‘Anu’-nya
SuaraLombok.com | Mataram - Kerjasama yang dilakukan antara BNN RI, BNNP NTB, BNN Kota Mataram dan Bea Cukai Mataram dan Avsec LIA berbuah manis.

Pada Selasa (10/10) sekitar pukul 15.50 Wita, tim ini berhasil mengungkap peredaran Narkoba jenis Shabu, di Lombok Internasional Airport (LIA), Praya, Lombok Tengah.

Kepala BNN Provinsi NTB, Kombespol Imam Margono mengungkapkan, tersangka berinisial N (46) yang berasal dari Aceh merupakan jaringan Batam-Lombok.

Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti narkotika empat buah kemasan seperti kapsul ukuran besar berisi serbuk kristal padat dengan berat bruto 223,95 gram.

Tersangka membawa barang haram tersebut dengan modus operandi ‘swallowed’.

"Barang yang dia bawa tersebut di swallowed, barang itu dibungkus kemudian dibungkus lagi seperti kondom, dimasukkan ke badannya dia melalui dubur", jelas Imam Margono.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka berangkat melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya menuju LIA.

Namun Imam menyatakan untuk mendapatkan informasi lebih jelas, pihak terkait akan melakukan pemeriksaan mendalam.

"Semua indikasi bisa saja nanti kita kembangkan dalam pemeriksaan. Jadi sekarang kita mengasumsikan kesemua aspek, mungkin barang tersebut dari awal dia terbang dari Batam atau Surabaya nanti kita kembangkan dalam pemeriksaan," ujarnya.

Menurut pengakuan tersangka, lanjut dia, barang haram tersebut di bawa dari Batam ke Lombok sudah dua kali diperintahkan oleh seseorang di Batam dengan imbalan Rp. 5 juta.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, diketahui nilai barang bukti sekitar Rp. 550 juta.

"Bayangkan yang diracuni 2.240 orang dengan asumsi 1 gram dikonsumsi 10 orang. Kalau mereka kecanduan berarti akan terus berkembang lagi, nambah-nambah lagi. Jadi narkoba itu tidak ada ampun," pungkasnya.

Untuk penanganan selanjutnya, tersangka akan dilimpahkan kasusnya ke BNN RI di Jakarata dan atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat (1), 114 ayat (1), 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup, pidana mati, atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.