Piye

Mi6 : Pilkada Lotim Ada Nuansa Politik Yang Berbeda

Mi6 : Pilkada Lotim Ada Nuansa Politik Yang Berbeda
SuaraLombok.com | Mataram - Mi6 memprediksi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  tahun 2018 mendatang dipastikan akan menarik banyak animo masyarakat. Tingkat partisipasi politik warga Lombok Timur untuk memilih calon akan meningkat, seiring dengan membaiknya persepsi rakyat tentang figur-figur yang mengikuti konstestasi pilkada ini.

Demikian dikatakan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH melalui siaran pers yang disampaikan ke Media, pada minggu (15/10).

Menurut Mi6 kecendrungan membaiknya sentimen positif dari rakyat ini juga dipicu oleh serangkaian regulasi yang terkait persyaratan pencalonan dan aturan main yang ditetapkan penyelenggara Pemilu yang sangat rigid dan terperinci.

"Semua regulasi itu untuk memastikan Cabup dan Cawabup yang terpilih adalah figur yang bersih serta bebas dari persoalan hukum, mengingat beaya pilkada langsung ini amat besar," kata Bambang Mei sembari mengatakan KPU Lombok Timur sebagai penyelenggara harus bisa memastikan track record calon tersebut, jika kelak jika terpilih bisa menegakan good and clean goverment.

Lebih jauh Mi6 menilai tak heran jika dalam konstestasi Pilbup Lotim akan memiliki nuansa politik yang berbeda dibanding pilkada lima tahun sebelumnya. Seperti tampilnya figur baru atau the rising star cawabup Lotim seperti H Rumaksi yang berpasangan Mantan incumbent yakni H Sukiman Azmi, paket SukMa. Selain itu ada paket paslon dari incumbent yakni Khairul Warisin dan H Mahsun, paket Harum.

Lebih jauh diutarakan paslon yang maju dan tampil dalam Pilkada Lotim ini pasti berhitung secara cermat tentang probabilitas maupun plus minus mengikuti 'perjudian' politik ini.

"Lembaga Survey dan media memiliki peran yang  strategis dalam menaikkan elektabilitas para paslon dimata konstituen," sambungnya.

Selain itu Direktur Mi6 melihat bahwa Pilkada Lotim bagi para calon dijadikan barometer lompatan karier politik sekaligus prestise atas kerja kerja politik ditingkat grassrots. Hal ini Lumrah karena Cabup dan Cawabup Lotim yang bertarung rata-rata politisi yang memiliki pengalaman  pilkada sblm nya.

"Wajar jika Pilkada Lombok Timur nanti dijadikan final battle bagi para kandidat," ungkap Didu, panggilan akrab Direktur Mi6 ini. 

Rivalitas dan kompetisi memperebutkan simpati rakyat ini sebagai hal akan berlangsung dengan ketat disertai gesekan politik dalam tempo tinggi karena ingin menjadi yang is the best dimata konstituen.

"Semua media dipakai untuk membranding tampilannya agar makin perfect," sambungnya.

Selanjutnya Mi6 mengakui saat ini tingkat elektabilitas pasangan SukMa masih tak tertandingi dibanding paslon lainnya. Hal ini karena Paslon SuKMa merupakan publik figure yang representatif mewakili wilayah utara dan selatan.

"Selain itu bocoran dari hasil bbrp lembaga survey tingkat elektabilitas Cabup Lotim H Sukiman Azmi masih tertinggi diatas 20 persen dibanding calon lain," kata Didu.

Jika calon bupati Lotim lainnya seperti Khairul Warisin atau Samsul Lutfi masih menggunakan pendekatan konvensional dalam merebut pemilih agak sulit menandingi power politik SukMa yang sudah digandrungi warga Lotim.

"Harus ada upaya ekstra ordinary politik ditingkat basis untuk menggoyahkan persepsi dan kesetiaan rakyat Lotim terhadap SukMa dan itu tidak mudah ," sambung Didu sambil menyarankan agar paslon lainnya sebaiknya melakukan kompromi politik dengan paket SukMa ketimbang bertarung tanpa daya dan sia sia belaka.

Kedepan Mi6 menduga parpol pendukung Paket SukMa akan bertambah banyak seiring dengan membaiknya persepsi warga Lotim terhadap pasangan Sukiman Rumaksi ini.

"Selain PBB yang sdh mengeluarkan SK, rumor yang berkembang, minggu depan urusan dengan parpol pengusung SukMa akan selesai," ujar Didu sambil mengatakan Paket SukMa akan melakukan cara unik untuk deklarasi yakni bersama 1000 anak yatim piatu dan berziarah ke taman makam Pahlawan dan makam para tokoh Lombok Timur lainnya yang dihormati. (09)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.