Piye

Memprihatinkan! Tidak Punya Biaya, Pengungsi Asal Bali Nekat Naik Perahu Nelayan

Memprihatinkan! Tidak Punya Biaya, Pengungsi Asal Bali Nekat Naik Perahu Nelayan
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Gara-gara tidak memiliki uang mengungsi menggunakan kapal laut, sejumlah pengungsi asal Bali nekat menaiki perahu menuju Lombok.

Salah satunya adalah Awanah (37), pengungsi dari Ujung Desa Islam yang mengaku terpaksa mengungsi ke pulau Lombok dengan menumpang perahu nelayan.

Diceritakan, dia bersama puluhan pengungsi lainnya naik perahu nelayan karena tidak memiliki biaya. Apalagi, sejak Gunung Agung erupsi, aktivitas perekonomian menjadi lumpuh dan keluarganya tidak sempat mengumpulkan biaya untuk membeli tiket kapal laut.

Mereka menumpangi perahu dari Ujung Pesisi Bali dan berencana akan menepi di Pantai Melase, Lombok Barat.

Dalam perjalanan itu, tidak hentinya mereka berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan. Anak-anak yang dibawa juga tidak bisa berhenti menangis dalam perjalanan.

Bagaimana tidak, ombak yang menggunung seakan siap menerkam mereka dan menjadi malaikat pencabut nyawa.

“Tapi apa boleh buat, sudah terlanjur, kami diam di Bali akan tetap mati juga. Setidaknya kami sudah berusaha,” ungkapnya lirih.

Pengungsi lainnya, Lalu Muhidin yang juga merupakan warga Ujung Desa Islam Kecamatan Karang Asem juga menceritakan hal yang sama.

Muhidin memang bukan salah satu pengungsi yang berlayar menggunakan perahu nelayan saat itu. Tapi, dia sebagai kepala keluarga yang tidak memiliki biaya memutuskan menitipkan anak dan istrinya di perahu itu.

“Saya memutuskan berdiam dulu di Bali saat itu, setidaknya saya sudah menyelamatkan keluarga lebih dulu,” ungkap Muhidin.

Kini, untuk sementara mereka tinggal di rumah keluarga masing-masing di Dusun Pelempat, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat. Mereka akan kembali ke Bali saat suasana sudah membaik.

Untuk menyambung hidup, saat ini mereka hanya bisa menunggu uluran bantuan dari pemerintah dan keluarga yang ada di Lombok. Meski demikian, tak sedikit dari mereka masih kekurangan makanan.

Saat ini, sudah tercatat sebanyak 7 KK dan 24 Jiwa mengungsi di desa itu. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.