Piye

Karnaval HUT Loteng Tonjolkan Persatuan dalam Keragaman

Karnaval HUT Loteng Tonjolkan Persatuan dalam Keragaman
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Karnaval dalam rangka memeriahkan HUT Loteng ke 72 menonjolkan persatuan dalam keberagaman.

Uniknya, keberagaman yang ditampakan dalam karnaval yang dibalut dalam festival ‘Bulan Pesona Mandalika Sholah Sholeh Sholoh’ ini tidak hanya budaya yang ada di Lombok Tengah saja.

Melainkan budaya dari 10 Kabupaten/Kota di NTB hingga Provinsi Bali bahkan dari seluruh penjuru Indonesia.

Hal itu tampak dari para kontingen yang menampilkan keragaman dan keunikan masing-masing budaya dari daerah asal mereka.

Dibuka dengan kontingen dari Polres Loteng yang mengusung tema kerajaan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Loteng, AKBP Kholilurrahman.

Dalam atraksi ini, kontingen Polres tidak hanya menampilkan satu kebudayaan saja, tetapi beberapa kebudayaan yang dikemas menjadi satu. Seperti Gendang Beleq dari Lombok dan Tari Kecak dari Provinsi Bali serta beberapa atraksi lainnya.

Yang lebih menyita perhatian adalah kontingen dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang menyuguhkan keragaman agama di Indonesia.

Dengan tema persatuan umat beragama dalam NKRI harga mati, FKUB menyuguhkan enam agama yang diakui di Indonesia, antara lain Islam, Hindu, Budha, Protestan, Katolik dan Konghucu.

Kebetulan, keenam agama berbeda ini ada di Lombok Tengah dan hidup rukun, damai.

Mereka diikuti oleh kontingen dari PHDI dan WHDI yang menyuguhkan atraksi ogoh-ogoh dilanjutkan dengan atraksi dari warga Tionghoa yang berdomisili di Lombok Tengah dengan atraksi barongsai.

Selain itu, Putri Indonesia Pariwisata, Intan Aletrino secara khusus mengikuti karnaval ini dan menggunakan pakaian adat khas Suku Sasak yaitu pakaian lambung.

Tak ayal, hal ini menjadi sorotan banyak pihak karena baru pertama dalam sejarah perayaan HUT Loteng dihadiri langsung oleh Putri Pariwisata Indonesia.

Bupati Loteng, H Moh Suhaili FT mengemukakan, festival sejenis akan diupayakan terus dilakukan setiap tahunnya.

Menurutnya, hal itu bisa menjadi salah satu titik awal menumbuhkan kembali semangat berbudaya dan persatuan di tengah masyarakat, terutama di era global saat ini.

“Insya Allah, ini merupakan titik awal kita meningkatkan rasa cinta budaya, cinta tanah air, cinta perdamaian dan menjaga persatuan di antara kita,” ungkap Suhaili.

Terlebih, saat ini Loteng menyatakan diri sebagai daerah pariwisata terbesar di NTB bahkan di Indonesia.

“Ini perlu kita dukung bersama ya,” katanya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.