Piye

Jokowi Beberkan Alasan Khusus Kedatangannya ke Konfrensi Alumni Al-Azhar

Jokowi Beberkan Alasan Khusus Kedatangannya ke Konfrensi Alumni Al-Azhar
SuaraLombok.com | Mataram - Lagi-lagi Presiden RI, Joko Widodo membuat terkesan masyarakat NTB. Kali ini, khususnya bagi para alumni Al-Azhar Mesir yang melaksanakan konfrensi Alumni.

Jokowi secara khusus menghadiri acara Penutupan Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Indonesia. Sebagai penghormatan, Jokowi diminta memukul beduk untuk menutup kegiatan tersebut dengan resmi.

“Saya hadir secara khusus saat ini karena saya tau Al-Azhar adalah institut besar dengan pemikiran-pemikiran besar," kata Jokowi dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan itu secara resmi.

Jokowi menceritakan, tahun lalu saat menerima kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar, dia terkesima dengan pemikiran ulama Mesir itu. Sebab, yang menjadi point penting yang disampaikan adalah pentingnya moderasi Islam, dan toleransi.

"Dari banyak hal yang beliau sampaikan saya mngetahui betul bahwa itu pemikiran-pemikiran besar dari Al-Azhar mengenai moderasi Islam," lanjutnya.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan bahwa banyak negara yang tidak mengetahui bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar si dunia.

Sehingga dalam pertemuan antar negara dan di konferensi-konferensi besar, ia mengaku selalu mengawali dengan memberikan informasi tersebut dalam setiap sambutannya.

"Perlu saya sampaikan bahwa setiap datang ke sebuah konferensi bertemu Kepala Negara, Presiden, Perdana Menteri, atau Raja, selalu saya sampaikan bahwa kita Indonesia adalah negara yang penduduk muslim terbesar di dunia," sambungnya.

Ditambahkan, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui bahwa Indonesia Negara besar dengan 250 juta penduduk, 17 ribu pulau, 714 suku, dan 1.100 lebih bahasa daerah serta dengan agama yang beragam.

"Saya sampaikan pada Sri Baginda Raja Salman, Raja Mesir, Emir Qatar, Presiden Afganistan, saya sampaikan begitu. Mereka terkaget-kaget tidak tahu Indonesia sebesar itu," ungkapnya.

Semua itu, lanjut Jokowi, merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Betapa bangsa Indonesia ini sangat majemuk dan sangat plural namun dengan kondisi yang seperti itu rentan terjadi konflik.

Oleh sebab itu, Jokowi menyatakan dirinya sangat mendukung Konferensi Internasional tersebut, terlebih tema acara itu sangat tepat dengan kebutuhan bangsa Indonesia.

"Saya sangat mendukung sekali tema konferensi kali ini yaitu mengenai moderasi Islam dan toleransi Islam," pujinya.

Presiden berharap dari pertemuan 21 Negara di NTB itu memberikan hasil yang bermanfaat bagi keseluruhan Negara dan Indonesia khususnya dalam membangun toleransi yang baik. (cr-04)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.