Piye

Jembatan Pintu Masuk Penyeberangan Tiga Gili Akan Dibangun

Jembatan Pintu Masuk Penyeberangan Tiga Gili Akan Dibangun
SuaraLombok.com | Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) berencana akan membangun jembatan penyeberangan di pintu masuk obyek wisata menuju tiga (3) Gili. Salah satunya adalah jembatan yang akan menghubungkan Terminal dengan Dermaga Teluk Nara yang ada di Kecamatan Pemenang.

"Jembatan ini nanti akan menghubungkan pengunjung dari terminal ke Pelabuhan Teluk Nara. Karena ini berhubungan dengan tingkat kenyamanan dan keselamatan wisatawan, mengingat jalan depan Terminal rawan kecelakaan," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU Agus Tisno, Rabu (4/10).

Untuk merealisasikan maksud tersebut, pihaknya telah mengajukan anggaran senilai Rp 3 miliar untuk jembatan penyeberangan tersebut pada RAPBD 2018. Yang akan Ditargetkan pada anggaran murni besok, jembatan tersebut sudah terbangun.

"kita targetkan tahun 2018 ini jembatannya sudah terbangun," ungkap Agus.

Untuk penataan  kawasan Teluk Nara kedepan diharapkan akan memberi rasa nyaman kepada para pengunjung  saat memanfaatkan pelabuhan sebagai pintu masuk ke tiga Gili tersebut. Karena sebelumnya Dinas telah menetapkan bahwa seluruh pengunjung yang menggunakan bus harus turun di Terminal itu (Teluk Nara).

"Penataan pintu masuk juga mengarah pada areal Terminal Bangsal. Dimana di lokasi itu nanti akan dibangun Portal Satu Pintu penarikan karcis masuk ke obyek wisata,” lanjutnya.

Lebih jauh terkait soal retribusi, Pemkab dan Syahbandar akan bekerjasama dengan Koperasi Karya Bahari untuk menarik karcis, baik dalam bentuk retribusi tiket masuk, retribusi parkir, parkir syahbandar, maupun tiket boat ke 3 Gili.

"Kita audah usulkan pembangunan portal, nilainya tidak besar hanya Rp 200 juta. Titik pembangunannya akan kita survei setelah anggarannya disetujui," tukasnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu Ketua Koperasi Karya Bahari (KKB), Sabarudin mengatakan sangat menyambut baik rencana penataan di pintu masuk obyek wisata. Pihaknya juga merespon positif keterlibatan KKB dalam penarikan retribusi melalui satu pintu. Hanya saja, hingga kini belum menemukan kata sepakat dalam menarik retribusi. Beberapa konsep MoU yang disodorkan masih harus diperjelas.

"Kita belum lakukan penandatanganan MoU , karena kami melihat masih ada hal yang belum jelas. Tidak dijelaskan disana, apakah targetnya sesuai menurut kita di lapangan atau tidak kita belum tahu," ungkap Sabarudin. (Cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.