Piye

Heboh! Isu Pemurtadan di KLU Bawa Nama Muhajirin, Ini Jawaban yang Diberikan Ponpes

Heboh! Isu Pemurtadan di KLU Bawa Nama Muhajirin, Ini Jawaban yang Diberikan Ponpes
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Isu adanya aksi kristenisasi yang dilakukan salah satu pastur bernama Lalu Faudzan di KLU ternyata membawa nama besar Ponpes Darul Muhajirin, Praya.

Bagaimana tidak, di beberapa media sosial tersebar isu bahwa pastur itu merupakan alumni Ponpes Darul Muhajirin, Praya.

Menanggapi hal ini, pihak Ponpes langsung ambil sikap dengan membantah keras isu yang beredar di tengah masyarakat saat ini, termasuk melalui media sosial seperti facebook, WA group dan medsos lainnya.

Salah satu pengasuh Ponpes, Ahmad Zainuri mengungkapkan jika isu ini sebenarnya adalah isu lama yang muncul kembali ke permukaan.

“Itu sudah ada sejak 2015, bahkan sudah ada bantahan dengan keluarnya buku ‘Pemurtadan di Gumi Sasak’ yang ditulis oleh Em Shafwan,” terangnya.

Dikatakan lebih jauh, pihaknya menduga isu ini sengaja digulirkan kembali dengan maksud tidak baik dan ingin menjatuhkan nama besar Ponpes.

Bahkan bisa jadi lebih dari itu. Dikatakan, bisa saja isu itu digulirkan agar para santri menjadi tidak tenang dan menjadi terpengaruh sehingga tidak percaya lagi kepada Ponpes secara keseluruhan.

Sebab, lanjut dia, pihaknya berani memastikan jika hal itu tidak benar dan menegaskan informasi atau broadcast yang ada di medsos tersebut adalah kebohongan belaka.

”Kami pastikan tidak pernah ada santri kami nama Lalu Faudzan yang saat ini menjadi viral di media sosial itu,” tegasnya menambahkan.

Terkait langkah selanjutnya, dikatakan pihaknya akan melakukan musyawarah bersama jajaran pengurus lainnya.

“Kami akan pertimbangkan ambil langkah hukum selanjutnya. Untuk saat ini kami sudah meminta semua kalangan untuk menahan diri dulu,” ujarnya. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.