Piye

Gara-gara Hutang, Bapenda Lobar Sita Aset Hotel

Gara-gara Hutang, Bapenda Lobar Sita Aset Hotel
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Karena sudah diperingatkan dan dikirimi SP berulang kali, Aset Hotel Bintang Senggigi senilai lebih dari Rp. 123 juta disita pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Tim Juru Sita langsung dipimpin oleh Kepala Bapenda Ir. Hj. Lale Prayatni, MM bersama jajarannya.

"Total nilai piutang yg kita sita sebesar Rp. 123 juta. Penyitaan ini dilakukan karena pihak manajemen hotel tidak kunjung membayar walaupun berkali-kali diberi kesempatan," tutur Lale sembari memperlihatkan surat-surat pernyataan yang tak kunjung ditepati.

Aset Hotel Bintang Senggigi yang disita ini meliputi bed set, meubelair, tv, dan lain sebagainya.

Pihak manajemen diberikan kesempatan selama 14 hari untuk segera melunasi hutangnya itu.

"Bila dalam rentang waktu itu pihak hotel tidak membayar, maka barang sitaan itu kami akan daftarkan ke KPKNL utk dilelang," tambah Lale.

Tim Bapenda yang berjumlah sebanyak 8 orang itu didukung penuh oleh pihak Camat Batulayar dan Sat Pol PP.

Mereka ditemui Manajer Pemasaran, Nining dan Manajer Keuangan, Melkior Sudianto yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan tindakan penyitaan itu. Mereka membiarkan beberapa barang milik hotel diberikan stiker label Sita oleh tim Juru Sita.

Mereka berjanji melunasi hutang tersebut setelah terlebih dahulu berkomunikasi dengan pemilik hotel.

Mengenai nilai yang kecil, Lale Prayatni mengaku piutang kepada Hotel Bintang Senggigi itu belum termasuk pajak PBB dan Pajak Air Tanah.

"Penyitaan terhadap wajib pajak yg tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak daerah, termasuk pelanggararan terhadap Peraturan perundang undangan. Ini  merupakan salah satu sikap tegas dari Bupati Lombok Barat dan akan terus dilakukan penindakan terhadap wajib pajak yang lain apabila menunggak pajak," ancam Lale mengakhiri. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.