Piye

Gara Gara Air Warga Sokong Tuntut Janji Bupati

SuaraLombok.com | Lombok Utara - Hanya gara gara air bersih tidak teraliri di Desa mereka, Warga Gabungan Desa Sokong Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kantor Bupati pada senin (9/10).

Kedatangan warga untuk menuntut janji Bupati dan wakil Bupati yang akan menuntaskan masalah kekeringan di wilayah mereka yakni di Dusun Tanak Sanggar, Betumping, Murjumeneng, Terengmangke yang nyaris tiap tahunnya selalu dilanda kekeringan.

Koordinator aksi Mayadi mengatakan bahwa massa datang untuk menagih janji Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD KLU yang akan menuntaskan kasus kekeringan di wilayahnya, karena itu adalah janji sang bupati saat berkampanye.

"Kami bosan di janji - janjikan terus tapi sampai saat ini tidak ada buktinya, caba bayangkan kami untuk minum, berwudu dan memandikan mayat saja harus menunggu air kiriman dari BPBD setempat," ujarnya lantang.

Mereka juga menuntut di adakannya pipa sepanjang 5 KM untuk mengalirkan air dari sumber mata air yang ada di wilayanya dan mereka juga menuntut agar di adakannya sumur Bor di desa mereka yang kerap kali di landa kekeringan setiap tahun.

"Kami tidak mau janji, kami ingin permintaan kami ini di realisasikan pada tahun 2018 ini, karna kami sudah bosan mengajukan kepada Anggota DPRD dari tahun kemarin," Imbuhnya.

Terkait aksi ini wakil ketua DPRD Sudirsah Sujono saat menemui perwakilan massa aksi menjelaskan, seharusnya masyarakat harus bersurat dulu satu minggu sebelum melakukan aksi, agar kita juga bisa mengatur agenda untuk menerima.

"Kami akan usulkan nanti di pembahasan usulan masyarakat tentang kekeringan di 4 desa ini karena ini tidak mungkin akan terwujud jika tidak di bahas dengan pihak pemerintah," jelasnya.

Merasa puas dengan penjelasan dari wakil ketua DPRD, massa aksipun membubarkan diri dengan tertib. (Cr-08)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.