Piye

Festival Gendang Beleq 3S Meriah

Festival Gendang Beleq 3S Meriah
SuaraLombok.com | Lombok Tengah - Festival gendang beleq dengan tema Sholah Sholeh Sholoh dalam rangka HUT Loteng ke-72 berlangsung meriah.

Catatan panitia, sebanyak 49 group musik tradisional Gendang Beleq ikut meramaikan festival yang sebelumnya direncanakan dihadiri oleh Menpar RI, Arief Yahya.

Setelah dilepas Asisten II Setda Kabupaten Lombok Tengah, Ir. Nasrun, peserta yang terdiri dari tingkat umum dan pelajar ini kemudian mengitari Kota Praya dan finish di Bencingah sekaligus melakukan atraksi yang mendapat penilaian dari para dewan juri yang telah ditetapkan panitia.

Antusias warga Kota Praya yang menyaksikan juga tergolong cukup tinggi. Hal itu terlihat dari padatnya warga yang menonton para peserta.

Bahkan, jubelan para penonton pun terlihat saat para peserta melakukan atraksi masing-masing di hadapan para dewan juri di Bencingah Adiguna Praya.

Berkali-kali terdengar suara dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah HL Putria meminta bantuan Satpol PP untuk mensterilkan lokasi.

“Mohon bantuannya kepada rekan-rekan Satpol PP untuk mengatur arena, lebih diperluas. Silakan para penonton mundur 10 langkah agar para peserta festival bebas melakukan atraksi dan enak kita tonton bersama,” ucap Putria melalui pengeras suara.

Masing-masing peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk menunjukkan kebolehan dan keunikan masing-masing.

Di satu sisi, Kadispar Loteng, HLM Putia mengatakan, peserta yang ikut ambil bagian dalam festival tersebut tidak hanya dari Lombok Tengah, beberapa kelompok juga berasal dari Lombok Timur dan Lombok Barat.

Ia menjelaskan, penilaian lomba meliputi tiga aspek, pertama Wirame atau musik yang meliputi musik pembuka, inti dan musik penutup.

Kedua Busane yakni kerapian atau keunikan seragam yang dikenakan dan penilaian terakhir meliputi wirage atau kekompakan.

Sementara itu tim juri dalam festival tersebut berjumlah 5 orang yang terdiri dari unsur budayawan dan akademisi.

“Penenang akan mendapatkan hadiah sapi dan uang pembinaan,” kata Putria.

Selain memeriahkan HUT Lombok Tengah, festival tersebut juga merupakan upaya dan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi gendang beleq.

Hal itu dinilai sangat penting, mengingat gendang beleq saat ini sudah mulai tergerus dengan kesenian modern seperti kecimol, joget ale-ale dan lainnya.

Dari data yang ada, lanjut Putria, Gendang Beleq di Lombok Tengah mencapai ratusan kelompok. Setiap tahun, upaya pembinaan terus dilakukan.

Mulai dari bantuan fasilitas maupun pembinaan walaupun diakuinya belum maksimal.

Untuk itu, melalui festival semacam ini, kedepan gendang beleq diharapkan lebih dikenal dan menjadi salah satu ikon budaya Lombok. (03)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.