Piye

Dinsos Serahkan Bantun ke Korban Gunung Agung

Dinsos Serahkan Bantun ke Korban Gunung Agung
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Sejumlah warga sekitar Gunung Agung yang mengungsi di Kabupaten Lombok Barat siang tadi (6/10) menerima bantuan.

Bantuan seperti beras, mie instan dan bahan logistik lainnya serta sejumlah pakaian, matras dan selimut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Hj. Ambaryati bersama jajaran.

“Kita baru terima surat kemarin, langsung kita siapkan. Bantuan kita serahkan ke 37 orang pengungsi. Masing-masing ada di Kecamatan Gerung, ada di Dusun Perigi Desa Gerung Selatan, Desa Tempos dan Desa Reyan.  Ada juga di Narmada,” jelasnya.

Meningkatnya status Gunung Agung Bali menjadi level IV atau awas oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) semenjak tanggal 22 September lalu, membuat sejumlah warga Kabupaten Karang Asem Bali memilih mengungsi ke Kecamatan Gerung di Kabupaten Lombok Barat.

Mereka lebih memilih mengungsi di tempat sanak familinya ketimbang harus berada di tempat pengungsian yang telah disediakan Pemprov Bali.

Sahabuddin, salah seorang pengungsi mengaku sudah 12 hari berada di Lombok, tepatnya di Lingkungan Perigi Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung.

“Kami nyaman, walaupun harus tidur berdesakan dengan 15 orang,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan awalnya dirinya ditempatkan di pengungsian di Buitan Karang Asem. Namun karena merasa takut akhirnya ia putuskan mengungsi ke Lombok.

Gunung Agung sendiri merupakan Gunung tertinggi yang berada di Kecamatan Rendang  Kabupaten Karang Asem. Dari 78 desa yang ada di Kabupaten Karang Asem terdapat 28 desa yang terdampak langsung jika terjadi letusan.

“Kami tinggal di Desa Bunganya Kagin, salah satu desa yang terdampak langsung. Saya mengungsi bersama suami dan kedua anak saya. Suami saya saat ini sedang berada di Bali untuk melihat kondisi dan situasi di sana. Kedua anak saya masih bersekolah, saya titip mereka sekolah di TK dan SD yang ada disini,” timpal Nuryana salah seorang pengungsi yang ditemui wartawan. (05)

Baca juga :

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.