Piye

Di Daerah Ini, Warga Pertaruhkan Nyawa Demi Sesuap Nasi

Di Daerah Ini, Warga Pertaruhkan Nyawa Demi Sesuap Nasi
SuaraLombok.com | Lombok Barat - Meski tergolong Ibukota Kabupaten, ternyata kehidupan warga di Kota Gerung sebagai Ibukota Lombok Barat tidak seindah yang dibayangkan selama ini.

Seperti pantauan Suara Lombok di Lingkungan Tanjung Gunung Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung.

Warga di lokasi ini harus pertaruhkan nyawa hanya untuk mendapat penghasilan dari hasil pertanian mereka.

Warga terpaksa menyeberangi jembatan setapak yang hampir rubuh serta melintasi sungai Dodokan yang tergolong ganas untuk mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar. Hal itu karena tidak ada jalan alternatif lainnya yang dapat ditempuh oleh warga.

“Ini juga dibuat swadaya masyarakat tahun 2005 lalu, tapi hampir ambruk karena sempat dihantam banjir,” ujar Nursalim, Lurah Gerung Selatan kepada Suara Lombok.

Pantauan Suara Lombok, kondisi jembatan saat ini hanya disangga menggunakan bambu oleh masyarakat setempat dan belum mendapat perbaikan sama sekali di fisik bangunan.

“Anak sekolah juga gunakan jembatan ini untuk ke sekolah mereka,” lanjut dia.

Lebih jauh, Nursalim mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan dan pembuatan jembatan permanen kepada Pemkab.

Namun, hingga kini usulan itu belum juga ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah.

“Sudah kita usulkan, tapi belum ada tanggapan,” keluhnya.

Menanggapi harapan warga ini, Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Lobar, Made Artadana mengatakan, pihaknya akan segera mengecek ke lokasi Jembatan yang dimaksud.

Pihaknya akan memerintahkan agar Kabid terkait agar segera mengecek lokasi.

“Kami akan segera mengecek,” janjinya.

Meski begitu, pihaknya tidak berani menjanjikan perbaikan seperti yang diinginkan masyarakat.

“Kalau penanganan, kami akan melihat kemampuan anggaran dulu, kami juga akan berupaya mengusulkan ke pusat agar bisa ditangai secepatnya,” tandasnya. (05)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.